
Puncak Pujawali Pura Luhur Uluwatu Berlangsung Khidmat, Bupati Badung Hadir Ngrastiti Bakti
Badung-kabarbalihits
Puncak Pujawali Ida Betara Pura Luhur Uluwatu yang jatuh pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (9/12), berlangsung khidmat dan penuh rasa bhakti. Sejak pagi, ribuan pemedek memadati kawasan pura yang berdiri megah di ujung tebing selatan Bali tersebut untuk menghaturkan persembahyangan. Pujawali yang digelar rutin setiap enam bulan sekali ini menjadi momentum sakral bagi krama Pecatu dan umat Hindu dari berbagai wilayah.
Upacara puncak turut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang datang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati melaksanakan persembahyangan bersama sebagai wujud penghormatan dan sraddha bhakti kepada Ida Betara di Pura Luhur Uluwatu. Hadir pula Sekda Badung I.B Surya Suamba, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, camat se-Badung, serta Penglingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (Turah Joko).
Selain rangkaian persembahyangan utama, pujawali tahun ini juga ditandai dengan pelaksanaan prosesi mulang pekelem yang digelar di area Seawall di bawah tebing pura. Prosesi ini menjadi semakin bermakna karena dilakukan setelah proses pembangunan seawall penguatan tebing Uluwatu, sebuah proyek yang sangat krusial untuk menjaga keselamatan pura dan kawasan sekitarnya.
Penglingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya menjelaskan bahwa rangkaian Pujawali Ida Betara pada tahun ini mengalami penyesuaian waktu. Ida Betara memargi lebih awal satu jam, yakni pada pukul 08.00 WITA. Penyesuaian itu dilakukan untuk memastikan keseluruhan rangkaian berjalan tertib dan memberikan cukup waktu sebelum prosesi pekelem dilaksanakan. “Sesuai tradisi, pekelem tetap dilaksanakan setelah upacara pujawali rampung. Kami turun ke bawah untuk melaksanakan pekelem. Kami sangat mengutamakan ketertiban umat, apalagi Pura Luhur Uluwatu mulai hari ini, tanggal 9, hingga nyineb pada 12 Desember 2025, pasti ramai pemedek,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sistem kartu yang diterapkan bersama Desa Adat Pecatu tetap digunakan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan umat. Dengan sistem ini, arus pemedek dapat diatur dengan baik sehingga tidak terjadi penumpukan ataupun desak-desakan di kawasan pura yang memiliki akses terbatas.
Selain berbicara mengenai rangkaian pujawali, Turah Joko juga menyampaikan harapan besar terkait kelanjutan pembangunan seawall pada tahun 2026. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Badung dapat melanjutkan proyek tersebut hingga kawasan Pura Batu Mentandang, mengingat pentingnya upaya perlindungan kawasan suci dari ancaman abrasi dan longsoran tebing.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di Pura Luhur Uluwatu merupakan bagian dari komitmen menjaga nilai-nilai spiritual dan budaya Bali. Ia berharap seluruh rangkaian pujawali membawa kerahayuan bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan Ida Betara selalu memberikan kekuatan, keselamatan, dan kesejahteraan sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan sesuai swadarma masing-masing. Semoga melalui pujawali ini, Jagad Bali senantiasa mendapat lindungan-Nya,” ujar Bupati. Terkait harapan masyarakat mengenai kelanjutan pembangunan seawall, Bupati memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung akan menuntaskan proyek tersebut pada tahun 2026. Pembangunan lanjutan ini menjadi prioritas demi memastikan keamanan jangka panjang kawasan pura yang menjadi salah satu ikon spiritual dan destinasi wisata dunia.
Dengan berlangsungnya puncak pujawali ini, masyarakat dan pemerintah kembali bersatu dalam semangat menjaga kesucian, kelestarian, serta keamanan kawasan Pura Luhur Uluwatu. Rangkaian upacara akan berlangsung hingga tanggal 12 Desember 2025 pada hari nyineb, menutup rangkaian yadnya dengan doa agar dunia tetap damai, sejahtera, dan harmonis. (kbh2)


