September 28, 2023
Pendidikan

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perencanaan Jembatan Bambu Di Desa Siangan

Gianyar-kabarbalihits

Desa Siangan terletak pada Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, berjarak sekitar 3 Km dari pusat Kota Gianyar dan sekitar 30 Km dari kota Denpasar. di dukung oleh 6 Banjar Adat yaitu Banjar Selat, Teruna, Triwangsa, Siladan, Roban dan Buditirta.

Memiliki 744 KK krama mipil yang terdiri dari 237 KK krama pengarep dan 507 KK krama pengempian, mempunyai penduduk 6165 jiwa terdiri dari 10 % bekerja sebagai PNS, 20 % sebagai petani, 30 % sebagai tukang bangunan dan 40% wiraswasta. Wilayahnya sebagian besar berupa persawahan yang luasnya 252,35 Ha dan sebagian lagi berupa tegalan dan hutan yang luasnya 74,24 Ha. Memiliki batas-batas wilayah di sebelah timur berupa tukad atau sungai Melahangge, sebelah barat Desa Adat Lokaserana sebelah selatan Desa Adat Pakerisan dan di sebelah utara Desa Adat Purna Desa.

Desa Siangan dapat dicapai dengan mudah dan lancar karena ketersediaan jaringan aksesabilitas sangat memadai, begitu juga dengan infrastruktur lainnya. Desa siangan memiliki potensi pariwisata karena letak strategis yang dimiliki oleh Desa Siangan diperkuat oleh kedudukannya berada diantara dua sungai, disisi Barat Tukad Pakerisan dan disisi Timur Tukad Sangsang.

Kedua sungai ini memberi potensi yang unik kepada Desa Siangan dengan keberadaan sejumlah sumber air di sepanjang daerah aliran sungai dari kedua sungai tersebut. Selain dari sungai desa ini memiliki jarak yang cukup dekat dengan Ubud yang mengakibatkan desa ini kedepanya dapat berkembang menjadi desa wisata yang memiliki potensi yang baik dalam pariwisata.\

Mengesampingkan hal tersebut, akses yang disediakan memang mudah bagi para pengunjung, namun sayangnya terdapat permasalahan akses terhadap kegiatan agama/adat pada desa ini. Masyarakat sering mengalami kesulitan dalam akses jalan ke pura Ukur-Ukuran pada saat kegiatan agama/adat berlangsung. Masyarakat yang akan ngiring (berjalan) dari siangan ke pura Ukur-Ukuran harus mengambil jalan memutar karena tidak adanya akses langsung menuju desa payangan kelod tempat pura Ukur-Ukuran berada.

Baca Juga :  Univeritas Udayana Selenggarakan Bimbingan Teknis Operator SAKTI dan Sosialisasi Pengelolaan Aset Menuju PTN-BH

Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Siangan terkait dengan akses Desa Siangan ke Desa Payangan Kelod dengan program dari PkM ini yaitu Perencanaan jembatan bambu dapat juga menjadi sebuah kesempatan untuk menggali potensi wisata pada desa ini. Jembatan yang direncanakan akan menjadi kesempatan area sungai menjadi objek wisata dengan merencanakan objek pendukung wisata diareanya.

Maka dapat disimpulkan permasalahan utama dalam Desa siangan ini adalah; 1) Belum adanya penanganan dari pihak pemerintah maupun desa terkait perencanaan akses penghubung jembatan bambu ini untuk mempermudah mobiltas kegiatan adat yang akan berlangsung. 2) belum dimanfaatkan dan dikembangkan potensi sumber air yang dimiliki oleh obyek ini untuk tujuan kegiatan wisata, sehingga keindahan sungai pada desa ini belum terlirik oleh wisatawan; 3) belum tersedianya fasilitas pendukung pengembangan kegiatan wisata pada obyek ini, oleh karena itu obyek ini belum dioperasionalkan sebagai obyek wisata; dan 4) belum dimilikinya dokumen perencanaan penataan sungai dalam rangka pemanfaatannya sebagai obyek wisata. Dengan dasar kesimpulan diatas, dokumen perencanaan jembatan ini akan mempengaruhi banyak aspek, yaitu kemudahan akses bagi masyarakat Desa Siangan, pengembangan potensi pada sungai dan kemajuan ekonomi yang akan terjadi jika program ini berjalan sesuai dengan program yang dirancang.

Pada tahapan ini, Tim PkM melakukan pertemuan dengan pihak desa terkait menanyakan keperluan permasalahan yang terjadi, solusi dan survey ke lokasi. Data observasi yang didapatkan dengan melakukan pengamatan dan pengukuran langsung ke lapangan, menghasilkan sketsa eksisting dan rencana penataan kedepannya. Saat di lapangan, pengukuran dibantu menggunakan alat-alat manual dikarenakan posisi eksisting yang belum beraturan dan menggunakan Drone sebagai penanda titik kordinat. Selain itu, untuk data acuan dasar diambil peta dasar melalui google earth sebagai pembanding kordinat.

Baca Juga :  Bupati Tabanan : Jadikan Pramuka Sebagai Spirit Untuk Berbakti Tiada Henti

Selanjutnya dari proses sketsa ini, tim PkM melnjutkan ketahap desain dan berfokus kepada jembatan bambu yang akan direcanakan. Sketsa mengarah kepada mekanisme tektonika struktur yang layak untuk perencanaan jembatan bambu ini. Selain itu juga untuk mendukung area sekitar, penataan bibir sungai akan direcanakan sebagai zona pendukung dari jembatan bambu ini.

Dari sektsa dan gambar perencaan diatas, menghasilkan gambar final yang menjadi konsep dari bentuk jembatan bambu yang di rencanakan.(r)

Related Posts