June 27, 2022
Pendidikan

Jelang HUT ke 45, SMAN 3 Denpasar Gelar Webinar Bersama Alumni Trisma

Denpasar-kabarbalihits

Serangkaian HUT nya yang ke 45, SMA Negeri 3 Denpasar juga menggelar Webinar dengan mengundang para alumni Trisma yang sudah sukses di berbagai bidang, seperti di pemerintahan dan sukses sebagai pengusaha. Sementara pada webinar hari pertama, rabu (12/1), SMA Negeri 3 Denpasar, menggelar webinar bersama alumni Trisma yang bertema “Membangun Semangat Belajar, Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Menuju Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Indonesia Maju”.

Sementara, narasumber yang hadir yakni, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, narasumber kedua adalah Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa, dan narasumber ketiga adalah Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali,  Ni Luh Gede Yastini.

Pada hari kedua, kamis (13/1), Webinar menghadirkan alumni sebagai pembicara, diantaranya, Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes, yang saat ini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi, Universitas Udayana, selanjutnya I Made Andi Arsana, Ph.D, yang saat ini menjadi Dosen UGM, Ida Bagus Rai Budarsa yang merupakan Founder dan CEO Hatten Wine, dan narasumber terakhir adalah Founder dan CEO Cau Chocolates, Kadek Surya Prasetya Wiguna, SE. Webinar mengambil tema, “Mengasah Kemampuan Akademik dan Wirausaha”.

Kepala SMA negeri 3 Denpasar, Drs. Ida Bagus Sudirga, M.Pd.H mengatakan, dengan webinar ini diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar siswa di saat kondisi pandemi yang masih berlangsung saat ini. Selain itu melalui webinar ini akan tercipta pemikiran-pemikiran yang konstruktif yang akan membuat siswa semakin bersemangat untuk belajar. “Disisi lain melalui webinar ini juga kami ingin menjadikan sekolah sebagai tempat ramah anak dan terciptanya perlindungan anak yang di harapkan selama ini,” ucapnya.

Ida Bagus Sudirga menambahkan, tema yang diangkat dalam webinar kali ini sangat relevan dengan perkembangan pendidikan daerah saat ini.

“Terlebih lagi kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter agar siswa tersebut menjadi pelajar yang betul-betul memahami toleransi,” pungkasnya.(kbh2)

Related Posts