January 20, 2022
Daerah Ekonomi

Pokdakan Yowana Werdi Sentana Terima Bantuan Bioflok, Gus Adhi Harapkan Ekonomi Kerakyatan Bergerak di Masa Pandemi

Tabanan-kabarbalihits 

Anggota DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) menggerakkan Ekonomi Kerakyatan melalui Penyerahan Bioflok dan Penebaran benih lele dengan total nilai Rp 200 Juta, kepada Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Yowana Werdi Sentana, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Selasa (21/9).

Dihadapan seluruh anggota Pokdakan Yowana Werdi Sentana dan perangkat Desa Pandak Gede, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra menyampaikan, bantuan budidaya lele ini merupakan sebagai rangsangan agar ekonomi kerakyatan tetap bergerak.

 

Saat ini Pokdakan Yowana Werdi Sentana memiliki 8 kolam bioflok dan ditebar 2.800 bibit ikan lele per flok, sehingga keseluruhan bioflok mampu menampung 22.400 ekor ikan. 

“Keunggulan bioflok ini hemat lahan, kurang lebih 2 Are bisa 8 flok. Lahan yang sempit sudah bisa berusaha,” Jelasnya. 

Selanjutnya pada kegiatan tatap muka tersebut dikatakan, hasil panen dari budidaya lele dengan sistem bioflok lebih besar dari konvensional. 

“Peningkatan panen bisa 5 hingga 6 kali lebih bagus dibandingkan konvensional,” Terangnya. 

 

Dinilai hasil budidaya dengan bioflok juga lebih lezat dan tahan penyakit, serta dari segi penggunaan pakan tidak terlalu banyak, menjadi efisien dan bisa menekan biaya pakan dibandingkan dengan budidaya lele konvensional. 

“Kesuksesan seorang pembudidaya ikan adalah bagaimana mengukur pakan yang diberikan dengan panen yang dihasilkan,” Tegasnya. 

Gus Adhi yang juga Ketua Depidar SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Provinsi Bali menambahkan, karena diketahui menggunakan bioflok memperoleh hasil yang menguntungkan, maka pihaknya mendorong pemerintah untuk memastikan memberikan bantuan bioflok ini.

“Dengan harapan ekonomi kerakyatan bergerak di masa pandemi ini dan berkesinambungan,” Imbuhnya. 

Kelebihan lainnya dari sistem bioflok ini, dapat dilakukan berdampingan dengan budidaya sayur hidroponik, dimana limbah air dari budidaya lele dapat dimanfaatkan untuk air nutrisi Hidroponik.

 

Sementara Ketua kelompok Yowana Werdi Sentana I Gusti Made Putra menyampaikan, bantuan yang diberikan berupa bioflok dan benih lele tersebut, diharapkan menjadi barometer dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar pada sektor perikanan di masa pandemi Covid-19.

“Bidang perikanan masih bisa eksis, mendatangkan ekonomis karena tidak terdampak Covid. Semoga ini menjadi inspirasi masyarakat khususnya di Desa Pandak Gede, untuk mencari tambahan ekonomi di bidang perikanan,” Ucap Maha Putra saat kegiatan tatap muka 

Sedangkan Perbekel Pandak Gede, I Gusti Ketut Artayasa mengatakan, bantuan yang diberikan oleh Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra dapat dikelola dengan baik oleh Pokdakan Yowana Werdi Sentana, serta mampu menggerakkan dan mengeliatkan perekonomian di Desa setempat. 

“Yowana Werdi Sentana ini agar betul-betul melaksanakan, ini adalah sesuatu yang tidak bisa disia-siakan. Mari bergerak bekerja, untuk kepentingan kita bersama. Ini adalah motivasi untuk di Pandak Gede,” Jelasnya. 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan, Anak Agung Ngurah Raka Icwara mengapresiasi konsistensi Gus Adhi dalam membantu membangkitkan sektor perikanan di Tabanan. Dimana kegiatan ini sudah yang ke delapan dilakukan. 

“Kalau kita yang berinisiatif untuk bergerak kan tetap bisa berkesinambungan. Kita di Dinas Perikanan diberikan tanggung jawab,” Terangnya. 

Baca Juga :  Penuhi Janji, Gus Adhi Amatra Hijaukan Hutan Manistutu dengan 500 Bibit Pohon Buah

Dengan bantuan tersebut, pihaknya berharap kelompok penerima kedepannya dapat mandiri dan mampu menggerakkan kelompok lain untuk sukses berbudidaya lele. 

“Harus mandiri, jangan seperti selalu menyusu ke pemerintah,” Harapnya. 

Plt. Kepala Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem I Gusti Putu Agung mengungkapkan, di wilayah Bali terdapat 8 paket bantuan Bioflok dan benih lele senilai Rp 200 juta. Harapannya bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat di masa pandemi. 

“Kegiatan bioflok ini kami harapkan dari kementrian, masyarakat pembudidaya bisa bergairah dalam kegiatan budidaya terutama membudidayakan ikan lele. Dimana budidaya lele ini tidak terlalu rumit, apalagi dengan sistem bioflok ini dibanding dengan konvensional,” Imbuhnya. (kbh1) 

Related Posts