April 15, 2021
Ekonomi

Hanya Dengan Serabut Kelapa, Pengusaha Muda, “Milla Rositha” Mampu Kurangi Pengangguran Saat Pandemi

Jembrana-kabarbalihits

Meskipun Pandemi Covid 19 telah membuat menurunnya perekonomian, bukan berarti virus mendunia tersebut dijadikan alasan untuk tidak bisa bangkit dari keterpurukan. Wirausahawan Muda harus terus bergerak. Komang Milla Rositha, seorang pebisnis muda asal Jembrana misalnya, bahkan mampu menambah jumlah karyawan disaat Pandemi sekarang ini.

“Mang Milla” sapaan akrab Milla Rositha membeberkan, usaha Cocofiber dan Cocopeat yang digelutinya selama 5 Tahun terakhir memang sempat tak beroperasi selama 1 Bulan lebih. Penyebabnya adalah Negara China sebagai tujuan pengiriman produknya saat awal tahun 2020 ditutup dalam proses pemulihan akibat Covid 19.

Namun karena kegigihannya, segala upaya dilakukan mempertahankan bisnisnya, dan akhirnya badai ekonomi akibat pandemic pun dilaluinya. Bahkan disaat ini banyak usaha yang mengalami penurunan sampai mengurangi jumlah karyawan, Milla sebaliknya, yakni menambah jumlah pegawai karena semakin meningkat produktivitas yang harus dilakukan.

Sementara usaha yang digeluti Milla Rositha tergolong langka. Yakni memproduksi Cocofiber dan Cocopeat. Prosesnya adalah dari kulit kelapa terluar digiling, lalu diayak, setelah itu dijemur, setelah kering diayak lagi, kemudian dipres. Produk yang dihasilkan setengah jadi yakni serabut kelapa yang dikirim ke China untuk dijadikan bahan kasur. Milla menjelaskan, dari mesin giling dipisah menjadi serabut kelapa atau Cocofiber dan serbuk serabut atau Cocopeat. Serbuk serabut atau Cocopeat digunakan sebagai media tanam dan Cocofiber dikirim ke China untuk bahan kasur dan matras. Sementara saat ini juga bisa dijadikan produk seperti pot bunga dan lainnya.

“Pengiriman mencapai 3,5 sampai 4 ton. Itupun tergantung dari cuaca, bahan baku dan tenaga kerja. Bahan baku sendiri sementara ini masih di datangkan dari lokal Jembrana, dan sebagian lagi dari Kabupaten Buleleng, Karangasem dan klungkung,” bebernya.

Baca Juga :  1400 Desa Adat Terima SK Pengakuan Dan Pengukuhan Dari MDA Bali

Milla mengakui saat ini mempekerjakan sebanyak 65 orang. Menariknya dengan pengiriman cocofiber  ke Cina di masa pandemi covid 19, tenaga kerja yang dibutuhkan semakin banyak, karena ingin menambah produktivitas. Yakni sebanyak 4 sampai 5 kontainer pengiriman dilakukan setiap bulan. 

“Kalau sebelum Pandemi saya memperkerjakan sebanyak 55 orang. Namun karena produktivitas saat ini terus meningkat, saya tambah karyawan menjadi 65 orang. Masyarakat yang sebelumnya bekerja di sektor pariwisata pun banyak ikut bekerja di sini,” imbuhnya.

Sebagai wirausahawan muda milla memberikan tips kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha untuk selalu tekun dan fokus memulai usahanya. Kegagalan pertama bukan berarti usaha yang dibangun tidak ada artinya, namun menjadi semangat untuk mencoba dengan cara lain dalam mengatasinya. Selain itu juga harus lincah mencari relasi dan yang terpenting adalah membangun tim yang solid dengan tugas dan fungsinya masing-masing. 

Dari usaha Cocopeat dan Cocofiber ini hasilnya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, karena di musim Pandemi ini banyak masyarakat yang gemar berkebun dengan media tanam cocopeat dan serabut kelapa, yang sangat bagus sebagai media tumbuh dan media tanam. (kbh2)

 

Related Posts