Pendidikan

Denpasar-kabarbalihits

Sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pengenalan Obat Tradisional sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Anak Sejak Dini”. Kegiatan ini berlangsung pada bulan Maret 2025 di SD Negeri 3 Sesetan, Denpasar dan menyasar siswa-siswi sekolah dasar sebagai peserta utama.

Kegiatan ini dipimpin oleh Luh Santhi Utami Wiryani, S.Farm., M.Farm., dengan melibatkan sejumlah dosen Farmasi Unmas, antara lain apt. Ni Putu Udayana Antari, S.Farm., M.Sc., apt. I Putu Tangkas Suwantara, S.Farm., M.Farm., apt. Gusti Ayu Laksmi Puspa Sari, S.Farm., M.Farm., serta apt. Dewa Ayu Sri Handani, S.Farm., M.Clin.Pharm. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari program Sarjana dan Diploma Tiga Fakultas Farmasi Unmas serta peserta program Kampus Merdeka.

Obat tradisional merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. Namun, seiring perkembangan zaman, penggunaan obat modern semakin mendominasi, sementara pengetahuan tentang obat tradisional cenderung mulai terpinggirkan. Melalui kegiatan PKM ini, Fakultas Farmasi Unmas berupaya untuk menanamkan kembali pentingnya pemahaman terhadap obat tradisional, khususnya kepada anak-anak sejak usia dini.

Siswa-siswi SD Negeri 3 Sesetan diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman herbal yang umum dijumpai di lingkungan sekitar, seperti jahe, kunyit, temulawak, dan daun sirih. Mereka juga diajarkan cara penggunaan tanaman obat tersebut secara aman dan sesuai. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan, seperti melalui dongeng, ilustrasi bergambar, permainan interaktif, dan praktik langsung. Tujuannya adalah untuk mempermudah pemahaman anak-anak serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Menurut Luh Santhi Utami Wiryani, kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk menambah pengetahuan anak-anak mengenai kesehatan, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. “Usia sekolah dasar adalah masa pembentukan karakter dan kebiasaan. Dengan mengenalkan obat tradisional sejak dini, kami berharap anak-anak bisa lebih bijak dalam memilih serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap edukasi kesehatan berbasis budaya lokal. Pelestarian obat tradisional tidak cukup hanya dilakukan oleh kalangan akademisi, tetapi perlu didukung secara menyeluruh oleh berbagai lapisan masyarakat.

Kegiatan PKM ini menunjukkan bagaimana dunia pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berbudaya. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa, Fakultas Farmasi Unmas Denpasar berhasil menghadirkan kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (r)

Pendidikan

Denpasar-kabarbalihits

Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar upacara Pelepasan Lulusan ke-16 di Auditorium Ganesha Unmas Denpasar. Dalam acara yang berlangsung meriah ini, sebanyak 47 mahasiswa dari Program Studi S1 Farmasi dan 74 mahasiswa dari Program Studi D3 Farmasi yang dilepas dan diambil sumpah serta menerima penghargaan atas keberhasilan mereka menyelesaikan studi.

Dekan Fakultas Farmasi, Dr. apt. I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed, menyampaikan bahwa Program Studi S1 Farmasi mulai meluluskan mahasiswa pada tahun 2022, dengan total lulusan hingga saat ini mencapai 231 orang. Sementara Program Studi D3 Farmasi telah meluluskan 1.819 mahasiswa sejak tahun 2011. Dengan demikian, total lulusan Fakultas Farmasi Unmas Denpasar mencapai 2.050 orang.

Dalam laporan Tracer Study 2024, alumni Prodi D3 Farmasi menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan 96,15% di antaranya sudah bekerja, sementara 3,85% lainnya memilih untuk melanjutkan studi. Dari lulusan S1 Farmasi tahun 2022, 30,56% telah melanjutkan ke Program Profesi Apoteker.

Dr. Sunadi Putra menegaskan komitmen Fakultas Farmasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk lulusan yang profesional dengan etos kerja yang baik. Dalam upaya ini, fakultas telah melakukan investasi lebih dari 10 miliar rupiah untuk penambahan ruang kelas dan laboratorium, serta alat-alat laboratorium,” ungkap dekan.

Salah satu langkah strategis ke depan adalah pembukaan Program Studi Profesi Apoteker, yang didukung oleh kehadiran Apotek Pendidikan “Saraswati Medika” di Jalan Kamboja, Denpasar. Apotek ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi Fakultas Farmasi kepada masyarakat sekaligus mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

Pada upacara tersebut, lulusan terbaik juga diumumkan dari Program Studi D3 Farmasi. Lulusan terbaik adalah Ketut Adelia Vinanda dengan IPK 4,00, diikuti oleh Kadek Eva Sukmayanthi (IPK 3,98) dan I Dewa Ayu Nyoman Wulandari (IPK 3,98). Sementara itu, dari Program Studi S1 Farmasi, lulusan terbaik diraih oleh Ni Kadek Aprilianda Widyantari (IPK 3,85), diikuti oleh Pt. Cintya Adnyani (IPK 3,83) dan Ni Nyoman Shinta Damayanti (IPK 3,78).

Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, Fakultas Farmasi Unmas Denpasar terus berupaya mencetak lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja.(kbh2)

Pendidikan

Badung-kabarbalihits

Tindak pidana dapat dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja, yang mencerminkan kompleksitas perilaku manusia. Tindak pidana yang disengaja dilakukan dengan rencana yang matang, sedangkan tindak pidana yang tidak disengaja sering kali terjadi karena kelalaian atau keadaan yang tidak terduga. Berbagai faktor berkontribusi terhadap perilaku kriminal seseorang, termasuk status sosial ekonomi, kesehatan mental, penyalahgunaan zat, paparan kekerasan, dan keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Selain itu, pengaruh lingkungan seperti tekanan teman sebaya dan hubungan keluarga secara signifikan membentuk pilihan dan tindakan.

Kriminalitas tidak terbatas pada laki-laki, perempuan juga dapat terlibat dalam kejahatan. Perempuan yang sering dianggap sebagai figur pengasuh, dapat melakukan kejahatan karena berbagai tekanan, termasuk kesulitan ekonomi, hubungan yang penuh kekerasan, masalah kesehatan mental, dan keinginan untuk mandiri. Akibat dari perilaku kriminal mereka, banyak perempuan yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan.

Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Perempuan dirancang untuk membina para pelaku tindak pidana perempuan, yang mungkin menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan tindak pidana laki-laki.  Lapas Perempuan sering kali berfokus pada rehabilitasi dan dukungan dengan menyediakan program yang menangani kesehatan mental, penyalahgunaan zat, dan pelatihan kejuruan atau keterampilan. Namun, efektivitas program-program ini dapat bervariasi, dan ada kebutuhan berkelanjutan untuk reformasi guna memastikan bahwa perempuan menerima sumber daya dan dukungan yang tepat untuk berintegrasi kembali ke dalam masyarakat dengan sukses.

Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati telah memulai inisiatif penting untuk menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA yang berlokasi di Denpasar. Kerja sama inovatif ini dirancang dengan tujuan utama untuk mendukung para perempuan yang terjerat dalam kegiatan kriminal, menawarkan mereka jalan menuju rehabilitasi dan pertumbuhan pribadi. Dengan membekali para perempuan ini dengan pengetahuan dan keterampilan yang berharga, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka selama berada di dalam Lapas dan mempersiapkan mereka untuk reintegrasi yang lebih positif ke dalam masyarakat setelah dibebaskan.

Kerjasama antara Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan LAPAS Perempuan Kelas IIA Denpasar sudah berlangsung dari tahun 2020. Setiap tahun Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar secara rutin dan berkelanjutan mengadakan pembinaan terhadap warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, dan tahun ini diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 2024 bertempat di Ruang Aula LAPAS Perempuan Kelas IIA Denpasar. Jenis pembinaan  tersebut  dijabarkan sebagai berikut :

  1. Penyuluhan Kesehatan Bebas Infeksi dengan Memanfaatkan Tanaman Herbal Kepada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar

Penyuluhan ini yang diinisiasi oleh Dr. apt. I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed. bertujuan agar warga binaan dapat memanfaatkan bahan alam sebagai pilihan dalam menjaga kesehatan, terutama dalam pencegahan infeksi. Infeksi seperti yang dipaparkan oleh Dr. apt. I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed. dapat bersumber dari berbagai jenis mikroorganisme yang menimbulkan berbagai reaksi infeksi yang mengganggu kesehatan.

Pemaparan materi oleh Dr. apt. I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed. tentang bebas infeksi dengan memanfaatkan bahan alam

Pemaparan materi oleh Dr. apt. I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed. tentang bebas infeksi dengan memanfaatkan bahan alam

Bahan alam yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti tanaman kemangi, lidah buaya dan beberapa jenis tanaman lainnya , telah dimanfaatkan secara empiris oleh kelompok masyarakat tertentu untuk mengatasi infeksi. Perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa tanaman tersebut juga telah tertukti secara ilmiah melalui jenis pengujian in  vitro dan in vivo dapat mengatasi infeksi secara pemakaian tunggal maupun kombinasi dengan obat kimia.

  1. Penyuluhan Hidup Sehat dengan Dewandaru Pada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar

Penyuluhan ini yang diinisiasi oleh Dr. apt. Puguh Santoso, S.Si., M.Biomed bertujuan agar warga binaan dapat memanfaatkan bahan alam khususnya tanaman Dewandaru sebagai pilihan dalam menjaga kesehatan, terutama dalam menjaga stamina serta menjadi asupan antioksidan yang sangat penting peranannya dalam mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh akibat stres oksidatif yang dipicu oleh serangan radikal bebas ke dalam tubuh kita. Antioksidan dari dewandaru seperti yang dipaparkan oleh Dr. apt. Puguh Santoso, S.Si., M.Biomed dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif yang memarak saat ini seperti hipertensi, diabetes mellitus, stroke, kanker dan lain-lain.

Pemateri Dr. apt. Puguh Santoso, S.Si., M.Biomed memberikan penyuluhan sehat dengan dewandaru

Pemateri Dr. apt. Puguh Santoso, S.Si., M.Biomed memberikan penyuluhan sehat dengan dewandaru

Bahan alam yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti tanaman dewandaru , telah dimanfaatkan secara empiris oleh kelompok masyarakat di Bali untuk menjaga stamina. Perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa tanaman tersebut juga telah tertukti secara ilmiah melalui jenis pengujian in  vitro dan in vivo dapat sebagai antioksidan yang kuat, sehingga mampu mencegah stress oksidatif dalam tubuh.

 

  1. Peranan Promosi melalui Konsep Personal Selling Terhadap Pengembangan Produk Herbal Pada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar

Pembinaan tentang promosi melalui konsep personal selling terhadap pengembangan produk herbal diinisiasi oleh apt. Fitria Megawati,S.Farm.,M.Sc., yang bertujuan agar warga binaan siap sebagai wirausaha pencipta lapangan kerja di kehidupan masyarakat setelah bebas masa tahanan.

Pemberian materi tentang Personal Selling oleh apt. Fitria Megawati,S.Farm.,M.Sc.

Pemberian materi tentang Personal Selling oleh apt. Fitria Megawati,S.Farm.,M.Sc.

Upaya nyata peningkatan kapasitas ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang promosi melalui konsep personal selling terhadap pengembangan produk herbal pada suatu produk khususnya pada produk yang terbuat dari herbal sehingga bisa berdaya saing dan berguna bagi para warga binaan setelah selesai menjalani masa binaan..

  1. Promosi Hidup Sehat dengan Teh Herbal Bunga Widuri Kepada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar

Penyuluhan ini yang diinisiasi oleh apt. Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, S.Farm.,M.Biomed. bertujuan agar warga binaan dapat memanfaatkan bahan alam khususnya bunga widuri sebagai pilihan dalam menjaga kesehatan, terutama dalam menjaga stamina serta menjadi asupan antioksidan yang sangat penting peranannya dalam mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh akibat stres oksidatif yang dipicu oleh serangan radikal bebas ke dalam tubuh kita.

Pemaparan tentang promosi hidup sehat melalui teh herbal bunga widuri oleh apt. Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, S.Farm.,M.Biomed.

Pemaparan tentang promosi hidup sehat melalui teh herbal bunga widuri oleh apt. Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, S.Farm.,M.Biomed.

Antioksidan dari bunga widuri seperti yang dipaparkan oleh apt. Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, S.Farm.,M.Biomed. dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif yang memarak saat ini seperti hipertensi, diabetes mellitus, stroke, kanker dan lain-lain. Bahan alam yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti tanaman widuri , telah dimanfaatkan secara empiris oleh kelompok masyarakat di berbagai etnis di beberapa negara untuk menjaga stamina termasuk untuk anti penuaan. Perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa tanaman tersebut juga telah tertukti secara ilmiah melalui jenis pengujian in  vitro dan in vivo dapat sebagai antioksidan yang kuat, sehingga mampu mencegah stress oksidatif dalam tubuh serta mencegah penuaan pada kulit sehingga dapat sebagai anti aging alami.

Manfaat bunga widuri tersebut dapat dikembangkan menjadi komoditi wirausaha mandiri dengan mengolah bunga widuri menjadi beberapa sediaan herbal, diantaranya teh herbal dan bentuk rajangan yang praktis cara penyajiannya serta besar manfaat yang didapatkan terhadap kesehatan. Pengetahuan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga binaan untuk berwirausaha dalam bidang herbal, sehingga selepas dari masa tahanan, warga binaan dapat berdaya dan produktif di masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga melibatkan dosen-dosen lainnya di Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati, yang berperan sebagai anggota di tim pelaksana diantaranya : apt. Fitria Megawati,S.Farm.,M.Sc, apt. Putu Era Sandhi K.Yuda,S.Farm.,M.Phil., apt. Ni Nyoman Wahyu Udayani,S.Farm.,M.Sc, apt. Erna Cahyaningsih,S.Si.,M.Farm, apt. Ni Putu Dewi Agustini,S.Farm.,M.Farm., apt. Debby Juliadi, S.Farm.,M.Farm., apt. Ni Made Dwi Mara Widyani Nayaka, M.S. Farm., dan apt. Maria Malida Vernandes Sasadara, S.Farm., M.P. Kegiatan ini terlaksana juga atas dukungan dari tim mahasiswa Prodi Diploma III Farmasi dan Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati.

Tim Pelaksana Kegiatan diantaranya Tim Dosen Pengabdi bersama mahasiswa dan Pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar

Tim Pelaksana Kegiatan diantaranya Tim Dosen Pengabdi bersama mahasiswa dan Pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar

Ibu Ni Luh Putu Andiyani, Amd.IP., SH., MH., selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Denpasar, menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati untuk warga binaan. Beliau menekankan pentingnya menumbuhkan kreativitas dan produktivitas untuk mencegah menurunnya motivasi warga binaan, yang dapat menyebabkan pengangguran dan potensi perilaku kriminal. Menanggapi hal tersebut, Bapak apt. I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed., selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar menyoroti perjanjian kerja sama antara lembaga pemasyarakatan dan Fakultas Farmasi. Beliau memastikan bahwa kegiatan ke depannya akan difokuskan pada produksi berbagai produk kesehatan, sejalan dengan komitmen Fakultas untuk menerapkan penelitian demi membantu masyarakat.

Pendidikan

Denpasar-kabarbalihits

Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar baru saja meresmikan dua unit bisnis baru, Apotek Saraswati Medika dan Saraswati Dental Lab. Peresmian ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Tjok Istri Sri Ramaswati, SH., MH, didampingi Rektor Unmas Denpasar, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd, rabu (24/7).

Apotek Saraswati Medika, yang akan dikelola oleh Fakultas Farmasi, bertujuan untuk tidak hanya sebagai apotek pendidikan tetapi juga akan melayani kebutuhan umum dengan pelayanan yang disesuaikan dengan standar apotek modern. Selain itu, Saraswati Dental Lab untuk mendukung pemenuhan sarana prasarana dari para mahasiswa kedokteran gigi untuk pembuatan gigi palsu.

 “Kami ingin tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga melayani publik,” ungkap Rektor setelah grand opening.

Dekan Fakultas Farmasi Unmas Denpasar, Dr. apt. I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed, menambahkan bahwa keberadaan Apotek Saraswati Medika juga menjadi syarat penting untuk membuka program profesi farmasi di universitas tersebut. “Ini adalah langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan farmasi dan pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Saraswati Dental Lab dibuka sebagai fasilitas pendukung bagi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unmas Denpasar. Dengan adanya laboratorium ini, dokter gigi dapat memberikan layanan restorasi gigi secara lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada laboratorium eksternal. “Kami tidak hanya melayani kebutuhan internal fakultas, tetapi juga dari klinik-klinik di sekitar Denpasar,” kata Kepala Saraswati Dental Lab, drg. Tine Martina Winarti, Sp.Pros.

Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Tjok Istri Sri Ramaswati, menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari upaya Unmas Denpasar dalam mengembangkan kemitraan antar-fakultas. “Ini adalah langkah maju bagi pendidikan tinggi di Indonesia, yang tidak hanya memberikan manfaat akademis tetapi juga ekonomis bagi masyarakat,” ujarnya.

[irp]

Dengan demikian, dua unit bisnis baru ini tidak hanya mengukuhkan posisi Unmas Denpasar sebagai pusat pendidikan unggulan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan pelayanan kesehatan di Denpasar. Peran mereka dalam mendukung pembelajaran mahasiswa dan pelayanan masyarakat diharapkan akan memberikan dampak positif yang besar bagi seluruh komunitas. (kbh2)

Pendidikan

Denpasar-kabarbalihits

Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar kini sedang berbahagia atas pencapaian bersejarah sebagai perguruan tinggi swasta pertama yang meraih akreditasi unggul untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Prestasi yang diputuskan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) setelah visitasi yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Juni lalu, dituangkan dalam SK BAN-PT Nomor 1176/SK/BAN-PT/Ak/PT/VI/2024.

Rektor Unmas Denpasar, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan hingga mencapai standar internasional. “Kami akan mendorong program studi yang sudah meraih predikat unggul untuk mencapai tingkat internasional. Meski tantangan ini berat, kami memiliki semangat untuk mewujudkannya,” ujarnya dalam pertemuan di kampus Unmas Denpasar, Jumat (28/6).

Sukamerta menambahkan bahwa pihaknya akan selalu memperbaiki Tridharma Perguruan Tinggi di Universitas Mahasaraswati Denpasar ke arah yang lebih baik. “Tentunya, akan memalukan jika kita menyandang akreditasi unggul tetapi tidak memiliki nilai lebih,” imbuhnya.

Dengan akreditasi unggul ini, Rektor berharap Unmas Denpasar menjadi pilihan utama masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Saat ini, Unmas Denpasar menduduki peringkat ke-64 dari lebih dari 4.400 perguruan tinggi swasta di Indonesia. Menurut Sukamerta, prestasi ini tidak terlepas dari sumber daya manusia yang dimiliki Unmas Denpasar, yang terdiri dari 122 doktor dan 14 guru besar yang lahir dari rahim Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Unmas Denpasar memiliki sembilan fakultas, dengan tiga fakultas di bidang kesehatan yang menjadi unggulan: Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kedokteran Gigi. Penerimaan mahasiswa baru untuk ketiga fakultas ini dibatasi sesuai kuota yang ditentukan, yaitu 125 mahasiswa untuk Fakultas Kedokteran Gigi, 50 mahasiswa untuk Fakultas Kedokteran, dan 200 mahasiswa untuk Fakultas Farmasi.

Sementara itu, fakultas lainnya seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Bahasa Asing, Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian dan Bisnis, Fakultas Teknik, dan program pascasarjana masih membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan tinggi dengan mutu yang terjamin di Unmas Denpasar.(kbh2)