Nasional

Denpasar – kabarbalihits

Dalam pantauan Kabarbalihits di rumah duka, Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga, No.6 Denpasar, pihak keluarga melakukan persiapan dalam menyambut kedatangan Jenazah Mia, (20/1/2021).

Terlihat dari depan gang sampai menuju rumah duka, dipenuhi karangan bunga ucapan bela sungkawa dari kerabat hingga teman alumni semasa sekolahnya. Untuk mengenang Mia, foto Mia semasa kecil sampai dewasa dipajang didepan rumah duka.

Isak tangis haru keluarga pun pecah ketika menyambut kedatangan jenazah pramugari Sriwijaya Air, Mia Tresetyani Wadu.

https://youtu.be/TxTLQR4fjqY

Jenazah Mia tiba di rumah duka pukul 16.30 Wita, dalam pendampingan jenazah tampak kakak Mia Ardi Samuel Cornelis Wadu berada di depan bersama teman dekat Mia, Ida Ayu Kade Widia dan Srita mengiringi sampai ke rumah duka.

Tangis berkelanjutan hingga Ibadah Penerimaan Jenazah almarhum Mia berlangsung, terlebih dari orang tua Mia, Zet Wadu (58) dan Ni Luh Sudarni (60) yang kehilangan putri kesayangannya.

Menurut perwakilan keluarga Zet Wadu, Yudi Irawan kedatangan Jenazah Mia lebih cepat dari rencana sebelumnya.

“Sampai rumah kurang lebih sekitar jam 4 sore, yang jelas kita lebih cepat dari rencana awal kebetulan pesawatnya mendaratnya lebih cepat dari awal 15.20 Wita, mendarat 15.04 Wita” Ucap Kakak Sepupu Mia, Yudi Irawan.

Diakui, ketika tiba di Bandara Ngurah Rai, dalam proses serah terima juga berlangsung dengan singkat.

“Banyak dibantu oleh teman-teman cargo bandara ngurah rai, sehingga prosesnya cepat dan serah terima berlangsung singkat” Katanya.

Selanjutnya prosesi yang akan dilakukan pihak keluarga yakni, pada malam ini (20/1) melakukan ibadah penghiburan, dan penerimaan beberapa keluarga yang melayat.

“Kemarin sudah membagi waktu keluarga melayat ke rumah duka, kemudian untuk besok kita akan ibadah mulai jam 10 pagi, setelah itu kita akan ke pemakaman di mumbul nusa dua untuk dimakamkan” Jelasnya.

Untuk jadwal pemakaman di Mumbul, Nusadua diperkirakan kurang lebih pukul 12.20 Wita. 

Disampaikan dua sahabat Mia terlibat dalam pendampingan almarhum Mia, yakni Dayu dan Srita.

“Yang mendampingi itu kawan baiknya, Kita biasa manggil Dayu dan Srita. Di tempat tinggalnya di Tangerang, salah satunya Pramugari beda maskapai satu lagi ground handling di Airport” Ujarnya.

Sementara District Manager Sriwijaya Air Bali, Hendrik Ardiansah menyampaikan kedatangan Jenazah Mia berjalan dengan lancar dibantu patwal dari Polda Bali.

“Diiringi Patwal terakhir ada mobil DVI Polda Bali sehingga relatif masih lancar dan tepat waktu” Terangnya.

Disampaikan pihak Sriwijaya menghadiri ke rumah duka sekitar 20 orang lebih. “Perwakilan dari Pramugari itu ada 7 orang, yang selebihnya 15 orang dari staf kami” Katanya. Pihaknya juga mengaku ikut serta akan mengawal Jenazah Mia ke pemakaman Mumbul, Nusadua, Badung.

Sahabat Mia, Ida Ayu Kade Widia (22) menuturkan Kehilangan sosok Mia yang yang luar biasa baginya. Dalam pergaulan Mia juga mudah akrab dengan orang lain.

“Cepat akrab sama orang. sayang banget dengan orang tuanya, dan berjuang dari awal sama saya, selalu ngeri sama sahabat-sahabatnya” Ucap Dayu.

[irp]

Dayu mengaku teman sebangku semasa SMA, yang mempunyai cita-cita menjadi Cabin crew. “Kita berdua merantau, terus berjuang bareng. Di jakarta beda kost, tapi sering ketemu, sering contact. Ya, Saya kesana sama Mia jadi disana tetap sama Mia” Ujarnya.

Dikatakan, terakhir berjumpa dengan Mia pada tanggal 31 Desember 2020 pada suatu tempat wisata di Bogor. “Kita jalan-jalan itu ada curug di bogor, itu kita liburan berempat, ada satu lagi Srita itu sih terakhir ketemu tapi tetap contact” Katanya. Dayu pun mengaku tidak mempunyai firasat buruk mengenai Mia.

Diketahui sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jenis Boeing 737-500 yang ditumpangi Mia take off dari Bandara Soekarno-Hatta Pukul 14.36 WIB, pada Sabtu 9 Januari 2021 mengalami hilang kontak yang membawa 62 penumpang terdiri atas 50 penumpang dan 12 crew pesawat. (kbh1)

Nasional

Denpasar – kabarbalihits

Peristiwa jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak, masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban pramugari Mia Tresetyani Wadu (23). Namun demikian ada rasa syukur ayah ibu kandung Mia, Zet Wadu (58) dan Ni Luh Sudarni (60), karena jenazah anaknya telah ditemukan dalam pencarian di perairan Pulau Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Menurut Kakak Sepupu Mia, Yudi Irawan, setelah ditemukan kepolisian jenazah Mia tidak langsung dibawa ke Bali, akan tetapi harus melewati proses serah terima dan administrasi di Jakarta. Oleh karena Mia adalah karyawati dari Sriwijaya Air, maka penyerahan jenazah sebelum dikirim ke Bali harus sesuai mekanisme dan keluarga sudah mengamini hal tersebut. Irawan berharap bila tidak ada halangan, Rabu (20/1) jenazah Mia diperkirakan akan tiba di Bali.

“Kami berharap hari Rabu pekan ini supaya bisa datang dan besoknya hari Kamis, seluruh keluarga kami dapat menguburkan jenazah di Pemakaman Mumbul,” ujarnya ditemui di rumah duka di Jalan Tukad Gangga Gang Tirta Gangga, Denpasar Selatan, Senin (18/1).

Irawan menuturkan tidak ada persoalan berarti untuk penantian jenazah Mia, sebab kordinasi masih terus berjalan dan tim maskapai Sriwijaya Air masih rutin mengunjungi sekaligus memberikan perkembangan atas proses kedatangan jenazah.

“Semoga mendapatkan kabar baik dari pusat baik Polri dan Maskapai Sriwijaya Air, sehingga jenazah Mia tidak terlalu lama di Jakarta. Kami bersama keluarga tetap sabar menunggu. Pihak Sriwijaya Air juga terus ke rumah duka dan memberikan informasi perkembangan kapan datangnya jenazah Mia,” imbuhnya.

Selain Irawan, Kakak Kandung Mia Ardy Samuel Cornelis (25) bersama kerabatnya di rumah duka juga tampak masih membantu orangtuanya untuk persiapan kedatangan jenazah adiknya. Di ruangan tamu juga diletakan foto Mia berukuran besar mengenakan seragam pramugari dengan di sisi kanan kiri berisi lilin dan bunga.

Di sisi lain, Irawan juga mengatakan karena rumah yang ditempati orangtua Mia saat ini mengontrak, pemilik rumah kontrakan pun tidak ada masalah atas penggunaan rumah sebagai lokasi berduka. Hal itu karena, Mia tumbuh dan besar di rumah tersebut sejak kecil.

Sementara itu, orangtua Mia, Zet Wadu kelahiran Kupang, 24 Juli 1961 dan Sudarni kelahiran Singaraja, 6 Juli 1960 sebelumnya, Selasa (12/1) telah didatangi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bali untuk pengambilan sampel DNA.

Dua sampel yang diambil adalah sampel buccal swab dan sampel darah keringnya, dari sampel itulah terkuak penemuan jenazah Mia yang dicocokan di lokasi tim pencarian jenazah.

“Kami tetap bersyukur Tuhan masih sayang dengan Mia, dan jenazah anak kami sudah ditemukan. Keluarga kini masih menunggu jenazah Mia tiba dan semoga selamat sampai di Bali,” tutur Zet Wadu.

Sebelum Mia menjalankan tugasnya sebagai pramugari, orangtuanya sempat berkomunikasi dengan dia melalui selulernya. Nasib kurang beruntung pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jenis Boeing 737-500 yang ditumpangi Mia take off dari Bandara Soekarno-Hatta Pukul 14.36 WIB justru, pada Sabtu 9 Januari 2021 mengalami hilang kontak. yang membawa 62 penumpang terdiri atas 50 penumpang dan 12 crew pesawat. (kbh1)

Nasional

Denpasar – kabarbalihits

Terkait Pernyataan Kesiapan dari pihak Maskapai Sriwijaya Air dalam menjamin segala hak-hak penumpang, pihak keluarga Pramugari Sriwijaya Air SJY 182 Mia Tresetyani Wadu mengaku, belum melakukan pembicaraan terkait hal tersebut.

Namun pihak Maskapai Sriwijaya dikatakan telah menemui keluarga Mia yang tinggal di Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga No.6 Denpasar, Bali.

“Dari pihak Sriwijaya sudah datang kemari, tetap mereka intens berkomunikasi dengan kita, dan sampai saat ini keluarga belum membicarakan itu (santunan), karena kami menunggu juga adik kami bisa ditemukan” Ucap Kakak sepupu Mia Tresetyani Wadu, Yudi Irawan didampingi Ayah Mia, Zet Wadu bersama istri Ni Luh Sudarni (13/1/2021).

Disampaikan, intinya pihak Sriwijaya telah mengatakan mengenai hak-hak dari korban Sriwijaya yang akan dikomunikasikan dengan perwakilan Sriwijaya yang ada di Bali.

“Nanti mereka akan berkomunikasi dengan yang di pusat, bahkan dari Posko dari Sriwijaya pun sempat berkomunikasi dengan kita” Jelasnya.

Sejauh ini pihak keluarga tetap fokus pada dalam pencarian Mia. Ditegaskan kembali, mengenai nilai santunan pihaknya tidak membicarakan hal tersebut.

https://youtu.be/oQqpclIGqx4

“Tapi yang jelas hari senin (11/1), pihak Jasa Raharja juga sudah datang. Mereka juga nanti rencananya sempat telpon, akan kembali kemari untuk pendataan” Katanya.

Ditambahkan, setelah tes DNA dilakukan terhadap orang tua Mia, pihak Sriwijaya Air sempat menanyakan kabar melalui chat Whatsapp.

“Apa kabar? Bagaimana keluarga? dan sebagainya. Saya juga menyampaikan kepada mereka, bapak mohon pengawalan mengenai masalah Mia ini. Mohon juga perhatian sehingga kami keluarga bisa tenang” Imbuhnya.

Ia berharap pencarian terus dilakukan, dan Mia ditemukan. Jika kemungkinan terburuk terjadi dikatakan pihak keluarga mengikhlaskan kepergian Mia.

“Keluarga sudah siap, secara mental walaupun tetap sebagai orang tua pasti belum bisa menerima, karena ini adalah anak. Kita berharap bahwa operasi ini bisa berakhir dengan menggembirakan hati kami” Ujarnya.

Sementara Ayah Mia, Zet Wadu dalam pantuannya melalui layar televisi menilai sampai saat ini, pemerintah telah berusaha maksimal dalam pencarian korban Sriwijaya Air.

“Saya sangat berterima kasih, kita lihat disana berbagai macam peralatan canggih pun mereka turunkan. Perintah bapak Presiden pun demikian, kita sebagai masyarakat pun melihat dengan mata kepala mereka bekerja dengan sungguh-sungguh” Ucap Zet Wadu. Ayah Mia berharap anaknya segera ditemukan dalam kondisi apapun.

“Permintaan saya kepada maskapai pun dalam hal ini, kalau sudah ditemukan segera mungkin konfirmasi kepada keluarga supaya kami bisa tenang. Anak kekasih kami bisa kembali dalam bentuk apapun” Katanya.

Diketahui sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Dimana salah satu pramugari yang berada di Sriwijaya Air SJ-182, adalah Mia Tresetyani Wadu (22). (kbh1)