Kriminal

Badung – kabarbalihits

Setelah dua kali alami kejadian perampokan, pihak SPBU Benoa Nomor 54.801.51 pada jumat siang (29/1) melakukan upacara Ngulapin. 

“Kita Ngulapin biar tidak ada kejadian lagi. Anak-anak biar tidak trauma” Ucap pengawas SPBU Benoa, Made Suarni

Diakui kejadian kemarin malam (28/1) merupakan kejadian kali kedua terjadi, dimana sebelumnya hal serupa terjadi tahun lalu, pada bulan November 2020.

“Mudah-mudahan kedepan lebih aman lagi situasinya. Tidak ada kejadian, semua tidak berharaplah seperti ini” Katanya. 

https://youtu.be/wGQRNcRbnRU

Disinggung dengan keamanan di SPBU, dimana pegawai SPBU ini hanya wanita, nantinya untuk penambahan pegawai pria serta meningkatkan keamanan, Ia akan membicarakan hal tersebut kepada pimpinannya. “Nanti kita bicarakan sama pimpinan” Imbuhnya singkat. 

Diketahui perampokan kembali terjadi di SPBU Jalan Raya Pelabuhan Benoa, pada Kamis malam (28/1). Pelaku tunggal merampas tas berisi uang Rp 10 juta dengan menodong pegawai SPBU menggunakan Sajam Panjang. Sampai saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku perampokan tersebut. (kbh1)

Kuliner

Denpasar – kabarbalihits

Perampokan kembali terjadi di SPBU Jalan Raya Pelabuhan Benoa, pada Kamis (28/1/) malam. Pelaku tunggal merampas tas berisi uang Rp 10 juta dengan menodong pegawai SPBU menggunakan Sajam Panjang.

Informasi yang diberikan oleh petugas SPBU setempat, perampokan terjadi sekitar pukul 19.54 WITA. Sedangkan yang bertugas saat kejadian di mesin Nomor 2 hanya dua orang pegawai, Ni Kadek Sri Astari (23) dan Ni Putu Maharani (23).

Dari olah TKP yang dilakukan Tim Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Denpasar di SPBU Benoa 54.801.51 pada jumat siang (29/1), diketahui pelaku mengendarai motor matic Vario membeli bensin seharga Rp 10 ribu. Setelah dilayani oleh Ni Kadek Sri Astari, pelaku mengeluarkan pedang dari balik jaket dan menodong Putu Maharani yang sedang duduk. Korban yang berusaha kabur, dikejar pelaku kemudian didorong hingga terjatuh.

Setelah membawa kabur tas berisi uang tersebut, kedua pegawai berteriak minta tolong sampai ke pinggir jalan, sehingga warga sekitar datang ke lokasi dan kejadian tersebut dilaporkan ke polisi.

Salah satu pegawai SPBU, Ayu Sugiantari menuturkan kondisi pada saat kejadian sangat sepi, dan ia sedang beristirahat. Ketika Ayu mendengar suara teriakan ia bergegas menuju ke arah temannya.

“Denger teman teriak saya keluar pelakunya sudah lari, saya ikut lari dibelakangnya. Uang penjualan 10 Juta dibawa” Ucap Ayu.

Ayu mengaku tidak tahu pasti jenis senjata tajam yang dibawa pelaku. “Dia bawa pedang apa samurai, pokoknya agak panjang tapi agak karatan” Katanya. 

https://youtu.be/3It8TxOGRXQ

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan perampokan pada Kamis 28 Januari 2021 sekitar pukul 19.54 wita bertempat di SPBU 54.801.51 Jalan Raya Pelabuhan Benoa, terindikasi pelakunya seorang laki-laki menggunakan sepeda motor dengan menggunakan helm dan jaket.

“Kita akan tangkap, kita akan proses secara hukum. Jadi sebelum kita melakukan langkah tegas kepada pelaku, ya kita minta dia segera menyerahkan diri atau langkah tegas akan kita tetap berikan pada yang bersangkutan,” Tegas Kapolresta.

Kapolresta pernah menghimbau pemilik SPBU sebelumnya untuk meningkatkan keamanan, karena dinilai kerawanan terjadi, terlebih kondisi jalur tersebut pada malam hari sangat sepi.

“Seperti kejadian kemarin dia masih memperkerjakan pekerja wanita apalagi pada saat malam hari yang tanpa pendamping baik itu pekerja pria maupun security lainnya” Jelas Kombes Jansen.

[irp]

Kapolresta Jansen juga menghimbau kepada pelaku usaha lainnya, untuk ikut bersama menjaga keamanan. Selain memasang CCTV, pengamanan diri juga sangat dibutuhkan.

“Mungkin ada security, atau ada orang lain yang memang dipastikan, paling tidak niatnya tidak ada. Defenisi Kejahatan kan itu niat plus kesempatan, dia niatnya muncul karena hanya ada pegawai perempuan” Imbuhnya. Terkait kerugian, Kapolresta menjelaskan dari laporan, korban mengalami kerugian mencapai Rp 10 juta. (kbh1)

Hukum

Denpasar – kabarbalihits

Polresta Denpasar saat ini sedang melakukan penyelidikan, terkait dengan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dilakukan oleh seorang pria yang diduga menodongkan senjata api di sebuah SPBU daerah pelabuhan Benoa, Bali.

“Terlihat di rekaman Video (cctv), dia menodongkan sesuatu yang tidak bisa kita pastikan, apakah itu senjata api atau apa” Ucap Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan (12/11).

 

https://youtu.be/yIrtrPnReog

 

Dikatakan kejadian tersebut terjadi pada Rabu, (11/11) sekitar pukul 13.40 Wita di sebuah SPBU yang beralamat di Jalan Pelabuhan Benoa. Kejadian tersebut diketahui pemilik SPBU bernama Wayan Rastika, yang langsung melaporkan ke Polda Bali dan diteruskan ke Polsek Denpasar Selatan.

“Kita langsung olah TKP, kemudian disana korban dan saksi sudah kita ambil keterangan, demikian juga beberapa alat bukti lainnya, untuk rekaman cctv” Jelasnya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan pergerakan pria tersebut saat sebelum dan sesudah tiba di SPBU. Sampai saat ini sudah melakukan proses penyelidikan lebih lanjut diharapkan segera bisa terungkap.

“Kronologisnya, korban dan saksi sedang bertugas menjaga SPBU, di TKP tiba-tiba datang seorang laki-laki mengendarai scoopy, warna abu-abu menggunakan jaket seolah-olah Ojol. Menodongkan sesuatu pada korban, kemudian para korban berlari” Paparnya.

Dikatakan kerugian dari peristiwa tersebut adalah Rp3.150.000 yang merupakan hasil penjualan di SPBU tersebut.

Pihaknya mengaku menemui titik terang, dipastikan menjamin peristiwa ini yang terakhir.

“Salah satu yang mendukung bisa kita ungkap , tentunya para pemilik usaha melengkapi dengan CCTV. Sehingga dengan demikian paling tidak , para pelaku yang niat ingin melakukan kejahatan dia berpikir lebih dahulu” Tutupnya. (kbh1)