Politik

Badung-kabarbalihits

Pengunduran diri I Putu Indra Mandhala Putra, SH.,M.Kn sebagai Sekretaris DPD partai Hanura Bali, menimbulkan tanda tanya besar. Saat ditemui rabu (3/11) di seputaran Kerobokan Badung, Iman sapaan akrab Indra Mandhala Putra memaparkan beberapa alasan atas pengunduran dirinya tersebut.

“Ada dua alasan kenapa saya mengundurkan diri dari partai Hanura, baik sebagai sekretaris DPD, maupun sebagai anggota dan sebagai kader. Yang pertama adalah karena kesibukan saya sebagai notaris PPAT yang semakin padat sehingga menghadapi kesulitan dalam membagi waktu. Kedua adalah jalan perjuangan partai Hanura saat ini semakin jauh dengan garis perjuangan pribadi saya dalam perjuangan politik ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Indra mengatakan, ketika dua titik tersebut tidak dapat bertemu lagi maka tidak ada alasan baginya untuk tetap di partai besutan Wiranto tersebut. Meski demikian Indra Mandhala Putra tetap mengakui garis perjuangan di politik masih akan dilakukannya. Karena menurutnya politik adalah jalan perjuangan. Yakni bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain, serta membantu banyak orang.

“Jadi saat ini saya masih menjadi notaris PPAT, tidak bisa membantu banyak orang tapi saya yakin jika dalam perjuangan politik saya bisa mengemban amanah dibeberapa sisi seperti eksekutif dan legislative, sehingga pengabdian kita akan lebih luas lagi,” imbuhnya.

Ketika ditanya kemana arah politiknya saat ini, Indra menyatakan ingin rehat sejenak, namun yang pasti dirinya sudah banyak ditanyakan Parpol lain atas pengunduran dirinya.

[irp]

“Bahkan ada yang terang-terangan menawarkan untuk bergabung. Namun untuk saat ini belum bisa saya jawab, namun pada saatnya nanti sikap saya di politik akan saya tunjukkan,” tegas Indra.

Sementara, jika melihat ke belakang, pengunduran diri Indra yang merupakan putra daerah kabupaten Jembrana ini hampir bersamaan dengan pengunduran diri Gede Pasek Suardika (GPS) sebagai Sekjen Partai Hanura. Terkait hal tersebut, Indra tidak menampik pengunduran dirinya tersebut memang ada pengaruh dari Gede Pasek suardika. 

“Beliau (GPS) tidak pernah menyarankan saya untuk mundur atau pun tidak mundur. Tetapi beliau sudah saya anggap sebagai guru politik saya. Saya berpolitik banyak mendapat inspirasi dari beliau dimana seorang Putra asli Bali yang berani berkarir di tingkat nasional, berprestasi, pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI, pernah menjadi panitia perancang undang-undang DPD RI, memegang alat kelengkapan dewan, serta pernah menjabat sebagai sekjen di partai politik, dan sekarang juga mendirikan partai baru bahkan sebagai ketua umumnya, tentu menjadi sebuah pengaruh, namun ikut beliau atau tidaknya belum bisa saya pastikan,” terangnya.

Sementara ditanya mengenai ke ikut sertaan dalam perhelatan politik di tahun 2024 mendatang, Indra menyatakan jika mendapat restu dirinya akan kembali ikut bertarung.

“Masalah menggunakan kendaraan yang mana, tentu masih ada jangka waktu 2 tahun untuk saya bisa menentukan lebih lanjut kemana arah saya nanti,” pungkasnya (kbh2)

Politik

Denpasar-kabarbalihits

Pendapat yang mencengangkan dilontarkan oleh Sekretaris DPD Hanura Bali, I Putu Indra Mandhala Putra, SH.,M.Kn, Selasa (01/12) dikantor DPD Hanura Bali, Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Terkait isu money politics pada pemilihan Kepala Daerah tanggal 9 Desember mendatang, politikus muda ini menyatakan, jika ada tim pemenangan yang memberikan uang untuk memilih salah satu Paslon, agar tetap mengambil uangnya, namun memilih sesuai dengan hati nurani.

“Menurut saya sih kita ambil uangnya, tapi tetaplah memilih dengan hati nurani, ujarnya.

Lebih lanjut Indra Mandala Putra berharap tanggal 9 Desember mendatang, seluruh kader Hanura beserta keluarga dan kerabat agar datang ke TPS untuk memberikan dukungan kepada Paslon yang diusung oleh Partai Hanura. Apalagi dalam satu minggu kedepan memasuki masa kampanye tenang.

[irp] 

“Jadi diharapkan juga kader Hanura tidak melakukan kegiatan yang melanggar undang-undang pemilu, seperti melakukan kampanye atau mengajak masyarakat untuk memilih di luar dari jadwal kampanye yang telah ditetapkan,” ucap Indra yang juga berprofesi sebagai Notaris ini.

Terkait kader Partai Hanura yang membelot, menurut “Iman” sapaan akrab Indra Mandhala Putra akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang ada di Partai Hanura. Tentu jika terjadi pembelotan wajib disertai dengan bukti-bukti yang jelas.

“Jadi kita tidak bisa menerima laporan laporan yang tidak jelas, tapi memang jika ada beberapa kader memberikan dukungan yang terbuka kepada calon di luar daripada calon yang diusung oleh Partai Hanura tentu itu kan ada punishmen daripada partai yang ditentukan nantinya di tingkat Mahkamah Kehormatan,” imbuhnya.

https://youtu.be/IS_tauTlBwQ

Ketika ditanya mengenai money politik menjelang hari pencoblosan, tokoh muda yang juga aktif di beberapa organisasi ini menyatakan, peluang serangan fajar menjelang pemilihan pasti akan ada.

“Memang money politics suatu hal yang dibilang ada tapi tidak ada. Dibilang tidak ada ya ada sekitar kita. Daripada itu harapan kami, untuk masyarakat jika ada masih calon-calon, oknum-oknum, yang melakukan money politik, yang sudah tentu tidak bisa ditolak karena datang sendiri, menurut saya sih kita ambil uangnya, tapi tetaplah memilih dengan hati nurani, karena yang dipilih Hanura adalah sesuai dengan hati nurani,” pungkas putra kelahiran Bumi Makepung ini. (Kbh2)