Daerah Kesehatan

Denpasar-Kabarbalihits 

Dua wisatawan asal Surabaya, Jawa Timur dikabarkan terpapar varian baru virus Omicron, kedua wisatawan tersebut terdeteksi sempat berlibur ke Bali. 

Hingga saat ini Satgas Covid 19 Provinsi Bali masih melakukan tracing di hotel tempatnya menginap sebelumnya. 

Hal tersebut disampaikan Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya saat ditemui di Denpasar (3/1/2022). Disebutkan kedua wisatawan ini sempat ke Bali pada tanggal 20 sampai 25 Desember 2021, dan baru terdekteksi setelah diperiksa pada 28 Desember 2021.

“Pasien ini sekarang dirawat di Surabaya, tanggal 20 sampai 25 Desember ia memang berwisata ke Bali, kemudian menginap di salah satu hotel di Sawangan Nusa Dua, tanggal 25 sudah balik,” Jelasnya. 

Untuk mengantisipasi penyebaran varian baru Omicron ini, Satgas Provinsi Bali telah melakukan tracing ke Hotel tempat wisatawan tersebut menginap. Tracing juga akan dilakukan ke tempat wisata yang sempat dikunjungi kedua orang tersebut. 

“Hari ini dilakukan tracing di Hotel, dan seluruh karyawan saya minta ditracing. Termasuk tempat-tempat wisata yang sempat dikunjungi,” Ujarnya. 

Ditegaskan, hal ini harus dibuktikan dengan pemeriksaan terhadap kedua wisatawan tersebut, untuk menentukan adanya transmisi lokal atau tidak. Ditambahkan, untuk hasil tracing yang dilakukan di Hotel tempatnya menginap bisa ditentukan hari ini (3/1/2022). 

“Tracing masih jalan. Hasil tracing hari ini bisa keluar,” Tutupnya. (kbh1)

Daerah Kesehatan

Denpasar-kabarbalihits

Adanya keraguan warga terhadap vaksin AstraZeneca yang rencananya akan digunakan untuk 3 Daerah Zona Hijau (Sanur, Nusa Dua, Ubud) dipertegas oleh Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya bahwa aman digunakan untuk Vaksinasi.

“Vaksin itu harus aman dan efektif. Kemarin BPOM merilis AstraZeneca Aman,” Ucap Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya disela-sela kegiatan vaksinasi di UPT Kesehatan Prov. Bali Renon, Denpasar, (20/3).

Dalam penggunaannya, Suarjaya menyebutkan tidak ada kualitas yang berbeda antara Vaksin Sinovac maupun AstraZeneca.

“Tidak ada beda kualitas, aman dan efektif,” Jawabnya singkat.

https://youtu.be/3yXY7jX6wL8

Ditegaskan kembali, dengan keluarnya ijin penggunaan dari BPOM maka dipastikan aman untuk vaksinasi.

“ Jadi vaksin yang sudah disuntikkan, didistribusikan oleh pusat ke kita, baik sinovac nanti menyusul besok AstraZeneca sudah melakukan tahapan ujian Panjang, sehingga dipastikan aman dan efektif,” Imbuhnya.

[irp]

Diberitakan sebelumnya, delapan negara Eropa menghentikan sementara penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca setelah adanya laporan pembekuan darah usai vaksinasi. Badan Obat-obatan Eropa (EMA) menyatakan penangguhan tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan karena belum bisa memastikan hubungan antara vaksin dengan pembekuan darah. (kbh1)