Daerah Ekonomi

Denpasar-kabarbalihits

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (Perseroan atau MR.D.I.Y. Indonesia) sebagai pemimpin ritel perlengkapan rumah tangga terbesar dengan pertumbuhan tercepat kembali menegaskan komitmennya menjadi solusi utama bagi keluarga Indonesia. Dengan mengedepankan konsep “AlwaysLow Prices”, MR.D.I.Y. Indonesia kini hadir di Trans Studio Mall Bali dan Ruko Dalung Kuta Utara, Badung.

Toko MR.D.I.Y. ini memberikan berbagai kemudahan berbelanja lengkap dalam satu tempatdengan penawaran yang tidak hanya hemat, namun juga lengkap, dan dekat yang menjadikannya toko pilihan jutaan orang yang mencari beragam kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Hendra Kurniawan selaku VP of Retail Management MR.D.I.Y Indonesia menyampaikan, MR.D.I.Y kini hadir lebih dekat dengan masyarakat Bali. Baginya, pelanggan adalah prioritas dan MR.D.I.Y Indonesia akan terus berusaha untuk memberikan lebih banyak manfaat bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia.

Masyarakat bisa lebih berhemat dengan produk yang lebih terjangkau dan pilihan yang lengkap dari 18.000 produk yang terbagi dalam 10 kategori seperti peralatan rumah tangga, kebutuhan sekolah, otomotif, perkakas, elektronik sampai perhiasan dan kosmetik. “Selain itu, masyarakat juga dapat memenuhi kebutuhan secara nyaman karena lokasi kami yang selalu dekat dengan pemukiman mereka.” ucapnya, Selasa (30/9/2025).

Pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2017, MR.D.I.Y telah menjangkau lebih dari jutaan anggota keluarga Indonesia. Saat ini MR.D.I.Y Indonesia membuka toko ke-25 dan ke-26 di Bali. “Pertumbuhan MR.D.I.Y Indonesia yang luar biasa ini patut dirayakan dan tentunya kami sangat mengapresiasi dukungan dan antusiasme masyarakat. Ke depannya, kami masih optimis untuk memperluas sertamemperbanyak toko kami di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di Bali agar keluarga Indonesia semakin dekat dan nyaman berbelanja di MR.D.I.Y Indonesia,” tambah Hendra.

Untuk turut memeriahkan pembukaan toko MR.D.I.Y di Trans Studio Mall Bali dan Ruko Dalung Kuta Utara Badung, masyarakat akan dimanjakan dengan promo menarik berupa pemberian tas belanja gratisyang bisa dinikmati setiap pembelanjaan barang apa pun di toko. Promo ini bisa dinikmati mulai tanggal 30 September dan akan berlangsung selama persediaan masih ada.

Tentang MR.D.I.Y:

MR.D.I.Y merupakan perusahaan ritel terbesar di Asia Tenggara untuk perlengkapan kebutuhan rumahtangga dengan lebih dari 3.000 toko di Asia dan Eropa termasuk Malaysia, Thailand, Indonesia,Singapura, Brunei, Filipina, Kamboja, Vietnam, India, Bangladesh Turki, Spanyol, dan Polandia. MR.D.I.Y berdedikasi untuk menghadirkan dampak positif bagi pelanggan yang berharga dengan menawarkan pengalaman belanja nyaman pada semua toko, di seluruh wilayah operasionalnya. Seluruh toko MR.D.I.Y dikelola langsung oleh perusahaan dan berkolaborasi dengan retailer besar, pemilik mall, sertapemilik properti lainnya. MR.D.I.Y menawarkan varian produk sekitar 18.000 jenis produk yang terbagidalam 10 kategori besar, yaitu peralatan dan perabotan rumah tangga, peralatan listrik, alat tulis dan olahraga, perkakas, dan kategori pelengkap lainnya seperti mainan anak, aksesoris mobil, perhiasan, dan kosmetik. (r)

Daerah Peristiwa

Badung-kabarbalihits

Polemik antara manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park dengan warga adat Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Badung, hingga kini belum menemukan titik terang.

Warga merasa keberatan karena akses keluar-masuk rumah mereka terhalangi tembok yang dibangun pihak manajemen GWK di sepanjang lingkungan setempat. Kondisi ini semakin menimbulkan keresahan setelah pihak GWK memasang CCTV yang langsung mengarah ke lokasi tembok tersebut.

Menanggapi persoalan ini, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan akan segera memanggil manajemen GWK untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.

“Secara prinsip kita mencari win-win solution. Secepatnya saya akan memanggil GWK untuk membicarakan keberatan masyarakat,” tegas Adi Arnawa di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Senin (29/9/2025).

Bupati menekankan bahwa meski GWK menjalankan bisnis dengan visi dan misinya, manajemen seharusnya tetap memperhatikan aspek sosial, khususnya yang berkaitan langsung dengan masyarakat sekitar.

Adi Arnawa juga mengungkapkan bahwa Pemkab Badung pernah memperbaiki infrastruktur jalan di kawasan GWK, salah satunya ruas jalan yang kini dipagari beton. Perbaikan tersebut dilakukan saat pelaksanaan KTT G20 tahun 2023, lantaran pihak GWK tidak dapat mengerjakan dan akhirnya diserahkan kepada pemerintah.

Namun, sebagian ruas jalan tersebut masih berstatus milik GWK. “Dalam perjalanannya, ternyata sebagian daripada ruas jalan itu statusnya masih milik GWK. Nah, ini yang akan kita bicarakan. Walaupun demikian, kita harus mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Bupati berharap, hasil temuan tim di lapangan serta pertemuan yang akan segera digelar dapat menghasilkan keputusan yang adil dan membawa manfaat bagi warga adat Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan. (kbh1)

Daerah

Buleleng-kabarbalihits

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bersama Bhayangkari Peduli menggelar kegiatan sosial yang menyasar kesehatan hewan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Senin (29/9) ini meliputi penyuluhan tentang bahaya rabies, vaksinasi rabies, sterilisasi hewan, serta pembagian paket sembako kepada warga.

Sebagai bentuk dukungan, Bhayangkari Pusat menyalurkan 2.000 dosis vaksin rabies untuk Kabupaten Buleleng. Sejumlah vaksin tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum Bhayangkari Pusat Ny. Martha Dedi Prasetyo. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 dosis langsung dimanfaatkan untuk memvaksin hewan peliharaan yang dibawa serta didaftarkan pemiliknya. Sementara itu, proses vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan melibatkan 12 orang tim medik veteriner dari Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, dan kegiatan sterilisasi ditangani oleh 7 orang tenaga ahli.

Rabies merupakan penyakit menular yang berbahaya dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Penularannya sebagian besar terjadi melalui gigitan hewan, khususnya anjing yang belum divaksin. Pemerintah bersama berbagai pihak terus berupaya menekan penyebaran rabies di Bali, termasuk di Kabupaten Buleleng, melalui vaksinasi massal, edukasi kepada masyarakat, serta sterilisasi hewan untuk mengendalikan populasi berisiko.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, kerjasama ini akan semakin menguatkan pencegahan rabies di Kabupaten Buleleng. Dosis vaksin yang tersisa akan digunakan untuk melakukan vaksinasi ke desa-desa sesuai sistem yang telah berjalan di Kabupaten Buleleng.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bhayangkari yang telah peduli dan membantu Kabupaten Buleleng dalam mencegah penularan rabies,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan bantuan sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat, yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong. Dengan adanya sinergi antara Pemkab Buleleng dan Bhayangkari dalam kegiatan Bhayangkari Peduli, kegiatan ini tidak hanya melindungi masyarakat dari ancaman rabies, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial secara nyata.

Bupati Sutjidra turut mengajak seluruh masyarakat untuk aktif dalam pencegahan Rabies. Diharapkan kedepannya tidak terjadi lagi penularan rabies di Kabupaten Buleleng. Hal tersebut bisa dicapai dengan kesadaran akan vaksinasi hewan peliharaan, serta pemahaman akan pencegahan penularan rabies melalui gigitan hewan

“Rabies bisa kita cegah dengan langkah sederhana, yaitu sadar dan melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan kita, dan juga memahami apa yang harus dilakukan jika terkena gigitan Mari bersama-sama menjaga Buleleng dari kasus rabies,” tegasnya. (r)

Pendidikan Sosial

Denpasar-kabarbalihits

Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan hidup. Bekerja sama dengan komunitas Sungai Watch, Mapala Giri Sakti, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNHI, serta dukungan penuh civitas akademika, UNHI melaksanakan aksi bersih-bersih bertajuk UNHI Clean Up III. Kegiatan yang digelar di bantaran sungai dan lingkungan kampus pada Senin (27/9) ini sekaligus menjadi rangkaian penting dalam memperingati Dies Natalis UNHI ke-62.

Ratusan mahasiswa didampingi dosen, prajuru Desa Adat Tembawu, serta masyarakat setempat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama mengumpulkan sampah yang menumpuk di sekitar aliran sungai dan kawasan kampus. Aksi ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga menunjukkan bahwa gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat terwujud melalui kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat adat.

Ketua LPPM UNHI Denpasar, Dr. Ir. Made Novia Indriani, S.T., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari tema Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa tahun ini yang berfokus pada isu persampahan. “Permasalahan sampah adalah isu serius yang tengah dihadapi Bali, dan kami merasa penting untuk memulainya dari lingkungan kampus sendiri. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali yang tengah gencar mencari solusi optimal terhadap persoalan sampah,” ujarnya.

Menurut Novia, kehadiran Sungai Watch sebagai mitra strategis memberikan energi baru bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Adat Tembawu untuk lebih peduli pada kebersihan sungai. “Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat adat ini sangat penting agar tercipta gerakan bersama menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Dukungan nyata juga datang dari Bendesa Adat Tembawu, I Nyoman Sudana, yang turut terjun langsung dalam aksi bersih-bersih. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada UNHI Denpasar atas kontribusi yang nyata terhadap kebersihan lingkungan desa adat. “Kegiatan ini sangat membantu menjaga kebersihan di Desa Adat Tembawu. Kami berterima kasih kepada UNHI yang telah melibatkan mahasiswa dan dosen dalam aksi nyata seperti ini. Harapan kami, kegiatan ini bisa berkelanjutan sehingga lingkungan tetap terjaga bersih,” ungkapnya.

Selain berdampak langsung pada lingkungan, aksi bersih-bersih ini juga memberikan edukasi praktis bagi mahasiswa. Dengan turun langsung ke sungai, mahasiswa tidak hanya memahami teori tentang pengelolaan sampah, tetapi juga merasakan sendiri dampak pencemaran akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa diharapkan tumbuh sebagai agen perubahan yang mampu menularkan semangat peduli lingkungan kepada masyarakat luas.

Sebagai institusi pendidikan yang berbasis agama dan budaya, UNHI menempatkan pelestarian alam sebagai salah satu nilai penting dalam proses akademik maupun pengabdian masyarakat. Aksi Clean Up ini menjadi langkah nyata yang selaras dengan filosofi menjaga keharmonisan antara manusia dengan alam (Palemahan) dalam konsep Tri Hita Karana.

Novia menegaskan, kegiatan ini tidak akan berhenti pada satu kali momentum saja. “Kami tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremonial. Harapan kami, mahasiswa dapat menjadi motor penggerak yang membawa semangat peduli lingkungan ke masyarakat luas. Dari kampus, kita ingin menularkan energi positif ini ke desa-desa sekitar,” tegasnya.

Dengan keterlibatan ratusan mahasiswa, kolaborasi dengan komunitas Sungai Watch, serta dukungan penuh Desa Adat Tembawu, aksi UNHI Clean Up III menjadi contoh sinergi yang baik antara perguruan tinggi, masyarakat adat, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Aksi sederhana memungut sampah di bantaran sungai mungkin terlihat kecil, tetapi memiliki makna besar. Dari langkah-langkah kecil inilah perubahan besar dapat dimulai. Dari Penatih, Denpasar, semangat menjaga kebersihan sungai kini mulai bergulir, membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat.(kbh2)

Daerah

Badung-kabarbalihits

Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Badung kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, lembaga tersebut menerima Piagam Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Badung atas kinerjanya sebagai penyelenggara pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Badung dengan predikat *Kinerja Sangat Baik*.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Kantor Pertanahan Badung dalam menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat. Melalui inovasi dan peningkatan kualitas kerja, Kantor Pertanahan berhasil menunjukkan kinerja yang konsisten, efektif, dan sesuai dengan standar pelayanan publik yang ditetapkan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Badung, I Wayan Sukiana, S.SiT., M.H., QRMP menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga sekaligus motivasi untuk terus berbenah. “Predikat ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran. Kami akan terus menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan transparan kepada masyarakat, serta senantiasa meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang,” ujarnya.

Mal Pelayanan Publik Kabupaten Badung selama ini menjadi pusat layanan terpadu yang menghadirkan berbagai instansi dalam satu lokasi. Kehadiran Kantor Pertanahan di dalamnya terbukti mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan pertanahan secara lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik, sejalan dengan visi pemerintah dalam menghadirkan birokrasi yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (r)