Denpasar-kabarbalihits

Universitas Warmadewa melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berkolaborasi dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Bali (YPK Bali) dalam pengembangan buku interaktif dan katalog karya anak. Program ini diarahkan untuk mendukung pendidikan inklusif sekaligus memperkuat dokumentasi, apresiasi, dan komunikasi publik terhadap karya anak-anak penyandang disabilitas yang mengikuti berbagai program edukasi dan rehabilitasi di YPK Bali. YPK Bali merupakan organisasi nirlaba yang sejak tahun 2001 bergerak dalam pelayanan rehabilitasi dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Berbagai kegiatan terapi dan pembelajaran yang dilaksanakan selama ini telah menghasilkan beragam karya kreatif anak.

Namun, karya tersebut masih membutuhkan sistem dokumentasi yang lebih terstruktur agar dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas. Melalui program ini, tim Universitas Warmadewa mengembangkan buku interaktif karya anak berbasis desain inklusif dalam format cetak dan digital. Buku dirancang dengan memperhatikan keterbacaan, komposisi visual, warna, tata letak sederhana, serta elemen interaktif seperti QR code yang dapat menghubungkan pembaca dengan audio narasi, video proses kegiatan, maupun materi digital lainnya. Pengembangannya melibatkan anak dan pendamping sehingga karya yang ditampilkan tidak sekadar menjadi dokumentasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dan pemberdayaan.

Selain buku interaktif, program ini juga mencakup penyusunan katalog karya anak dan keluarga YPK Bali. Katalog tersebut akan menghimpun foto karya, deskripsi, cerita mengenai aktivitas dan dampak program, serta informasi yang dapat digunakan YPK Bali dalam memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan jejaring pendukung. Produk disiapkan dalam bentuk cetak dan digital sehingga dapat diperbarui serta didistribusikan secara lebih luas. Ketua tim pengabdian, Gde Bagus Andhika Wicaksana, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembuatan produk desain, tetapi juga pada pembentukan sistem dokumentasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh mitra.

“Buku dan katalog ini kami arahkan bukan hanya sebagai media publikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana karya anak dapat terdokumentasi dengan baik, diapresiasi, dan digunakan kembali dalam proses pendidikan. Karena itu, tim juga menyiapkan template, sistem arsip, serta pendampingan agar YPK Bali dapat mengembangkan dokumentasi secara mandiri ke depan.” Program ini melibatkan tim multidisiplin dari bidang arsitektur, manajemen, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Kolaborasi tersebut mengintegrasikan perancangan tata visual dan layout, sistem pengelolaan dokumentasi, pengarsipan digital, hingga pengembangan identitas visual. Mahasiswa juga dilibatkan secara langsung dalam dokumentasi karya, pengolahan konten, penyusunan layout, serta proses pendampingan bersama mitra. Dalam pelaksanaannya, YPK Bali ditempatkan sebagai mitra aktif atau co-creator.Pengurus, staf, relawan, pendamping, dan perwakilan orang tua dilibatkan sejak identifikasi kebutuhan, kurasi karya, penyusunan konten, uji coba media, hingga evaluasi. Pendekatan partisipatif ini diharapkan membuat produk yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan nyata anak dan lingkungan pembelajarannya.

Melalui kolaborasi ini, Universitas Warmadewa dan YPK Bali mendorong pemanfaatan desain dan teknologi digital sederhana sebagai instrumen pendidikan inklusif. Buku interaktif dan katalog tidak hanya diharapkan menjadi ruang dokumentasi karya, tetapi juga sarana untuk meningkatkan apresiasi terhadap potensi anak, memperkuat kepercayaan diri, serta membuka komunikasi yang lebih luas antara YPK Bali dan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi langsung antara dosen, mahasiswa, dan komunitas. Dengan pendekatan yang partisipatif dan berkelanjutan, kegiatan pengabdian diharapkan mampu menghasilkan dampak yang tetap dapat dikembangkan oleh mitra setelah program selesai.