June 18, 2026
Pariwisata

Dari Tetes Eco Enzyme hingga Panggung Inspirasi: HFLA Bali Rayakan 19 Tahun Pengabdian dengan Semangat Tri Hita Karana

Denpasar-kabarbalihits

Perjalanan panjang selama 19 tahun Indonesia Hotel Front Liners Association (HFLA) Chapter Bali ibarat aliran sungai yang tak pernah berhenti menghidupi sekitarnya. Setelah menapaki serangkaian kegiatan yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, organisasi profesi yang mewadahi para insan garda depan industri perhotelan ini akhirnya mencapai puncak perayaan hari jadinya pada Jumat (29/5/2026) di Sanur Resort Watujimbar, Denpasar.

Perayaan yang berlangsung hangat dan penuh makna itu tidak sekadar menjadi seremoni bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, momentum ini menjadi panggung refleksi sekaligus penegasan komitmen HFLA Bali dalam menebarkan manfaat bagi anggota, masyarakat, hingga lingkungan.

Mengusung tema “Resilient Leadership and Talent Development Within the Right Ecosystem”, acara puncak anniversary diisi dengan talk show inspiratif yang menghadirkan dua tokoh berpengaruh di industri hospitality Bali, yakni Chief Operating Officer iNi ViE Hospitality, I Wayan Sucitra, serta Corporate General Manager Tropical Group Bali, I Wayan Sugita. Diskusi dipandu oleh Ni Wayan Suriyati yang menjabat sebagai Front Office Manager The Bale Nusa Dua.

Suasana semakin khidmat saat prosesi pemotongan tumpeng dilakukan sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah menginjak usia ke-19. Di balik angka tersebut, tersimpan ribuan cerita tentang dedikasi, pembelajaran, dan kerja sama para anggota yang selama ini menjadi wajah pertama pelayanan industri pariwisata Bali.

Ketua HFLA Chapter Bali, I Kadek Suparta, mengatakan perayaan kali ini menjadi momen yang sangat istimewa karena merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sejak beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, HFLA Bali tidak ingin sekadar menjadi organisasi profesi yang hanya berfokus pada pengembangan karier anggotanya. Organisasi ini juga berupaya hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberi kontribusi nyata kepada masyarakat luas. “Ini adalah hari yang sangat spesial bagi kami karena menjadi puncak seluruh rangkaian anniversary HFLA Bali. Saya sangat senang melihat bagaimana HFLA Bali terus dapat berkontribusi, baik kepada anggota maupun masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Wapa di Ume Sidemen Rangkai HUT ke-7 dengan Bedah Rumah Penuh Makna: Lebih dari Sekadar Hunian Layak, Wujudkan Nilai Tri Hita Karana dalam Aksi Nyata

Ia menjelaskan, berbagai program tanggung jawab sosial yang dijalankan selama ini menyasar generasi muda sebagai penerus masa depan. Sejalan dengan tagline organisasi, HFLA Bali berupaya membantu sekolah dan siswa agar memperoleh kesempatan berkembang serta mendapatkan akses yang lebih baik untuk meraih masa depan. Tak hanya itu, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dari langkah organisasi yang kini memiliki lebih dari 188 anggota tersebut.

Suparta menambahkan, melalui workshop yang digelar dalam rangkaian puncak perayaan, HFLA Bali ingin memberikan bekal kepada para anggota agar terus bertumbuh dan mampu menjawab tantangan industri hospitality yang semakin dinamis. “Melalui workshop ini kami ingin memberikan kontribusi nyata kepada para member agar terus berkembang dan menjadi insan frontliner yang semakin profesional serta mampu berkiprah lebih baik di dunia hospitality,” katanya.

Semangat serupa juga disampaikan Vice Chairman HFLA Chapter Bali, I Putu Deny Kesuma Putra, S.S., M.Hum. Ia menilai perjalanan organisasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Salah satu indikatornya terlihat dari suksesnya ajang Receptionist of The Year (ROTY) 2025 yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun sponsor. Menurutnya, semakin banyak pihak yang kini memahami manfaat dan nilai kolaborasi bersama HFLA Bali.

Namun bagi Deny, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan atau banyaknya sponsor yang terlibat. Nilai sesungguhnya justru terletak pada kemampuan organisasi untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. “Kami ingin mengajak anggota untuk tidak hanya menjadi pekerja profesional di dunia hospitality, tetapi juga menjadi pribadi yang peka terhadap kondisi sekitar,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang mengacu pada filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Baca Juga :  Nusron Wahid Serahkan 3.922 Sertipikat Aset DKI, Amankan Rp. 102 Triliun

Ketua Panitia Anniversary HFLA Bali, Kadek Indri Jayanti, menjelaskan bahwa rangkaian HUT ke-19 diawali dengan kegiatan bertema Palemahan, yakni menaburkan eco enzyme di kawasan Temesi Waterfall sebagai simbol kepedulian terhadap alam. Selanjutnya, konsep Pawongan diwujudkan melalui kegiatan CSR di SD Negeri 3 Munduktemu, Dusun Kebonjero Kauh, Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Sementara aspek Parahyangan dilaksanakan melalui kegiatan tirta yatra sebagai bentuk penguatan hubungan spiritual.

Layaknya untaian benang yang dirajut menjadi kain yang indah, ketiga konsep tersebut menyatu dalam perayaan HUT ke-19 HFLA Bali. Dari gemericik air terjun Temesi, senyum anak-anak sekolah di Pupuan, hingga doa-doa yang dipanjatkan dalam tirta yatra, semuanya menjadi bukti bahwa organisasi ini tidak hanya membangun profesionalisme, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian.

Di usia ke-19, HFLA Bali tidak sekadar merayakan perjalanan waktu. Organisasi ini sedang menyalakan obor yang menerangi jalan bagi para frontliner hospitality Bali agar tetap tangguh, berdaya saing, dan mampu menjadi wajah keramahan Pulau Dewata yang sesungguhnya. (kbh2)

Related Posts