February 21, 2026
Seni Budaya

Optimis Juara, ST. Bhakti Karya Banjar Badung Munggu Tampilkan Ogoh – ogoh Narada Jatuka Rupa

Badung – kabarbalihits

Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung serangkaian Hari Suci Nyepi tahun 2026 memasuki tahap penilaian di masing-masing zona. Jumat (20/2/2026) pada zona IV, giliran Ogoh – ogoh Narada Jatuka Rupa Banjar Badung Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi, diniliai oleh tim juri dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.

Sejak pagi puluhan anggota Sekaa Teruna (ST) Bhakti Karya Banjar Badung Desa Adat Munggu telah bersiap di depan bale banjar untuk mengikuti penilaian lomba ogoh -ogoh Kabupaten Badung tahun 2026.

“Hari ini kita melakukan penilaian di Zona IV yaitu Munggu, Cemagi dan Seseh dengan jumlah 28 sekaa teruna. Dari 80an sekaa teruna yang ada di Zona IV kami bagi menjadi 4 untuk dinilai, kemarin sudah 20, hari ini 28 dan sisanya besok,” ungkap, Made Adi Adnyana, S.Sn., M.Si Selaku Sekretaris Panitia Lomba ogoh Kabuapten Badung tahun 2026 yang ditemui disela penilaian.

Made Adnyana juga menyebut lomba ogoh -ogoh di Kabupaten Badung dibagi menjadi 7 zona, dari masing -masing zona akan dipilih 3 terbaik, sehingga akan ada 21 nominasi yang akan dilombakan kembali di Puspem Badung pada tanggal 7 da 8 Maret 2026 mendatang, untuk selanjutnya diadu kembali dengan berbagai kriteria penilaian termasuk fragmen tarinya dengan tim penilai sebanyak 7 orang juri yang berasal dari luar Kabupaten Badung.

“Jurinya merupakan perpaduan dari seni rupa, seni tabuh/tari serta pedalangan,” nantinya para nominator ini memperebutkan juara 1, 2, 3 serta harapan 1 , 2 dan 3,”jelasnya.

Pada penilaian ditingkat zona, lanjut Made Adnyana, mengacu pada regulasi yang ada, dimana pada tahun ini untuk memberdayakan undagi lokal yang dilengkapi dengan surat pernyataan serta dibuktikan dengan KTP Kabupaten Badung. Unsur tinggi dan lebar ogoh -ogoh juga menjadi fokus penilaian.

Baca Juga :  Bupati Giri Harapkan Pelaku UMKM Gunakan Bantuan Untuk Kembangkan Usaha

“Untuk tinggi ogoh -ogoh maksimala 6 meter, lebar maksimal 5 meter sesuai yang tercantun diregulasi dan telah disampaikan jauh -jauh hari kepada anggota sekaa teruna. Sehingga menjadi panduan dalam lomba ini. Untuk penerapan teknologi masuk sebagai bagian inovasi,”ujarnya.

Sementara, Ketua ST. Bhakti Karya Banjar Badung Desa Adat Munggu, I Putu Putra Perdana menyatakan optimis ogoh -ogohnya dapat lolos di tahapan selanjutnya pada lomba ogoh -ogoh ini. Karena baginya ini adalah ajang bekreativitas khususnya di Banjar Badung untuk melahirkan seniman -seniman baru kedepannya dalam kancah seni budaya Bali. “Kami optimis dapat meraih juara, karena kekompakan dan terobosan -terobosan baru kami dalam berkarya,”ungkapnya.

Adapun tema ogoh -ogoh yakni Narada Jatuka Rupa yang dikerjakan selama 2 bulan mulai Desember 2025, lanjut Putra Perdana menceritakan Sang Anoman atas perintah Sri Rama untuk mencari Kusia dan Lava yang diculik oleh Taksaka.

“Sang Anoman dalam pencariannya akhirnya mengobrak abrik hutan. Dan disanalah kemunculan Betara Narada untuk memberi tahu Anoman Keberadaan Lava dan Kusia. Sehingga tidak lagi merusak hutan atau alam,” tukasnya. Kbh6

Related Posts