
Keranjang Pindang Disulap Jadi Pohon Natal Ramah Lingkungan
Badung–kabarbalihits
Keranjang kecil dari anyaman bambu atau besek yang biasanya digunakan untuk kemasan ikan pindang, kini menjelma menjadi pohon Natal ramah lingkungan setinggi tujuh meter. Inovasi unik ini hadir di Rumah Khalwat Tegal Jaya, Jalan Kubu Gunung, Dalung, Badung, dan langsung menyita perhatian.
Ratusan besek berpadu dengan anyaman daun kelapa kering (klangsah/belarak) tersusun rapi membentuk pohon Natal yang tak hanya artistik, tetapi juga sarat pesan kepedulian lingkungan. Konsep ini dipilih sebagai tema pohon Natal tahun 2025, melanjutkan tradisi Rumah Khalwat yang setiap tahun selalu menghadirkan dekorasi Natal dengan ide berbeda.
“Kami ingin pohon Natal yang tidak monoton. Tahun-tahun sebelumnya pernah menggunakan tanaman hidup, dan sekarang kami memilih bahan organik yang dekat dengan keseharian,” ujar Karyawan Rumah Khalwat, I Nyoman Suarma, Rabu (17/12/2025).
Ide kreatif ini berawal dari aktivitas sederhana ke pasar. Setiap hari membeli pindang, besek justru memantik gagasan baru. Pria asal Payangan tersebut menjelaskan, seluruh besek telah disiapkan sejak tiga bulan lalu dan didatangkan langsung dari para perajin di wilayah Palaktiying, Bangli, dengan tiga ukuran berbeda yakni diameter 30 cm, 25 cm, dan 20 cm dengan total enam ratus lebih keranjang. Sementara klangsah dibeli dari daerah Gerih, Badung.
“Ide awal datang dari Penasihat CDD, Romo Willy Malim Batuah, CDD. Kami disarankan mencari keranjang pindang di Bangli. Harganya bervariasi, mulai Rp 2.000 hingga Rp 6.000 per buah, sedangkan belarak ada yang Rp 10.000 per batang atau Rp 90.000 per ikat berisi 10 batang,” jelasnya.

Pengerjaan pohon Natal ini tergolong sederhana dan melibatkan empat orang karyawan. Dimana besek dan klangsah dipasang mengikuti kerangka pohon dari besi, kemudian diberi sentuhan cat agar tampil lebih estetik. Pada tahap akhir, aneka lampu hias dipasang mengelilingi pohon, menciptakan nuansa hangat dan meriah. Total biaya yang dihabiskan untuk pembuatan pohon Natal ramah lingkungan ini sekitar Rp 5 juta.
Lewat karya kreatif tersebut, Nyoman Suarma berharap masyarakat semakin sadar untuk mengurangi penggunaan bahan plastik sekali pakai.
“Saat banjir, kita sering melihat plastik menyumbat selokan dan menumpuk di sungai. Lewat pohon Natal ini, kami ingin mengajak semua pihak lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya. (kbh1)


