December 7, 2025
Daerah

Lomba Tapel Ogoh-ogoh Warnai HUT ke-16 Mangupura, Dorong Lahirnya Kreator Muda Bali

Badung-kabarbalihits

Serangkaian perayaan HUT ke-16 Kota Mangupura diwarnai dengan penyelenggaraan lomba tapel ogoh-ogoh yang digelar secara kolaboratif oleh Bank BPD Bali dan Komunitas Jemari di Lapangan Puspem Badung, 22–23 November 2025. Kegiatan ini menarik perhatian karena seluruh peserta diwajibkan membuat tapel ogoh-ogoh secara langsung (on the spot) di lokasi perlombaan, tanpa persiapan karya jadi dari rumah.

Pendiri Komunitas Jemari, I Gusti Agung Andra Sanjaya, mengatakan lomba ini tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga edukatif bagi para pelaku seni di Bali. “Kami ingin mengedukasi teman-teman terkait proses pembuatan tapel ogoh-ogoh, mulai dari pengaplikasian material, pewarnaan, hingga penyelesaian karya. Karena pembuatan tapel ogoh-ogoh itu perlu proses,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (22/11/2025).

Agung Andra menambahkan, lomba bertajuk Mangucita ini bertujuan memantik keberanian generasi muda untuk berkarya di bidang seni, tidak hanya terpaku pada perkembangan teknologi. “Dua hari lomba ini memperlihatkan proses secara langsung. Hari pertama peserta membuat pola, konstruksi, dan aplikasi clay. Hari kedua fokus pada pewarnaan dan display hasil akhir,” jelasnya.

Meski baru pertama kali digelar, antusiasme peserta sangat tinggi. Panitia hanya membuka 25 slot peserta se-Bali, namun dalam waktu dua hari pendaftaran dibanjiri 157 pendaftar. “Kami melakukan kurasi dan memilih peserta yang memang sudah eksis sebagai kreator ogoh-ogoh,” ungkap Agung Andra.

Selain meningkatkan keterampilan, lomba ini juga diharapkan dapat membuka ruang bagi lahirnya undagi dan kreator ogoh-ogoh muda berbakat, terutama menjelang Hari Raya Nyepi. “Bisa dibilang, untuk mengorbitkan kreator muda. Di Bali banyak kreator ogoh-ogoh, tapi sedikit yang muncul ke permukaan,” tambahnya.

Pelaksanaan lomba berlangsung dengan aturan ketat. Pada hari pertama, peserta bekerja selama tujuh jam mulai pukul 10.00–17.00 WITA, hanya diperbolehkan membawa bakalan tapel tanpa clay dan alat pendukung. Hari kedua difokuskan pada pewarnaan, mayasin, dan display karya dalam durasi lima jam. Peserta juga diperkenankan membawa aksesori tambahan untuk mendukung tampilan final.

Baca Juga :  Universitas Udayana Buka Peluang Masuk Tanpa Tes melalui Jalur Mandiri Prestasi

Penjurian dilakukan oleh tiga tokoh seni, yakni Arif Lelonk, Arif Miniatur Ogoh-ogoh, dan Pasek Asta. Para juri menilai proses dan hasil karya secara bertahap hingga pengumuman pemenang pada akhir sesi. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp 8,1 juta, terdiri dari Juara I Rp 3 juta, Juara II Rp 2 juta, Juara III Rp 1 juta, serta Harapan I–III dengan nominal Rp 800 ribu hingga Rp 600 ribu, lengkap dengan piala dan piagam.

Melalui ajang ini, HUT Mangupura ke-16 tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum mendorong pelestarian seni budaya serta regenerasi kreator ogoh-ogoh di Bali.(r)

Related Posts