April 21, 2024
Sosial

Pembagian Daging Ayam Hari Raya Galungan Desa Adat Tanjung Benoa, Program Menyentuh Dari Bandesa Made Wijaya

Badung – kabarbalihits

Berbagai program nyata dan menyentuh kebutuhan krama yang dilaksanakan Bandesa Adat DesaTanjung Benoa I Made Wijaya, SE benar -benar dirasakan manfaatnya. Salah satunya adalah pembagian daging ayam yakni sebanyak 2 ekor lengkap dengan uang bumbu sebesar Rp 100 ribu per KK yang dibagikan pada hari Penyajaan Galungan. Seperti yang disampaikan prajuru di 4 Banjar yang ada di desa adat tersebut, disela pembagian daging ayam dan bumbu Senin 26 Ferbruari 2024.

Pembagian daging ayam di Desa Adat Tanjung Benoa diawali dengan parum di masimg -masing banjar sebagai wahana pertanggungjawaban prajuru banjar kepada krama. Made Tromat Petajuh Banjar Adat Purwa Santhi mewakili krama Banjar Purwa Santhi menyampaikan terima kasih atas pemberian 2 ekor ayam dari LPD Tanjung Benoa serta uang bumbu Rp 100 ribu dari Desa Adat Tanjung Benoa yang rutin diberikan pada hari penyajaan Galungan dan merupakan program kerja Jro Bandesa I Made Wijaya. “Ini program Jro Bandesa Made Wijaya yang terus ditingkatkan. Karena sebelumnya ayamnya hanya 1 ekor dan uang bumbunya Rp 50 ribu,”ungkapnya.

Made Tromat yang didampingi Kepala Lingkungam Purwa Santhi Made Jayana juga berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan senantiasa ditingkatkan. “Ini yang sangat kami harapkan, karena sangat membantu krama di Hari Raya Galungan,” harapnya. Sementara, Petajuh Banjar Adat Anyar, Nyoman Yoga mengatakan berbagai program yang menyentuh kebutuhan krama mulai dirasakan Krama Desa Adat Tanjung Benoa sejak kepemimpinan Jro Bandesa I Made Wijaya.

“Program seperti ini (pembahian daging ayam dan uang bumbu, red) kami rasakan sejak tahun 2015 hingga saat ini. Jadi sudah 9 tahun krama agung Desa Adat Tanjung Benoa termasuk krama Banjar Anyar merasakan bantuan daging ayam dan uang bumbu dalam menyambut hari raya Galungan,”ujarnya.

Baca Juga :  Desa Adat Pecatu Tanam 2100 Pohon Tabebuya, Wujudkan Pariwisata Bersih, Hijau dan Berbunga

Dengan penuh kegembiraan Nyoman Yoga juga menyampaikan pada hari raya Nyepi Krama Desa Adat Tanjung Benoa masing -masing KK mendapatkan daging babi 2 kg serta paket sembako. “Belum lagi kami juga mendapatkan uang kehadiran sebesar Rp 150 ribu pada Parum Agung hari raya Galungan. Begitulah program Jro Bandesa Made Wijaya yang manfaatnya benar -benar dirasakan krama,”tegasnya.

Made Ganta selaku Petajuh BanjarAdat Kertha Pascima menyatakan terima kasih atas program yang telah dijalankan Jro Bandesa Made Wijaya untuk membantu krama. Made Ganta juga menyebut berbagai program yang telah dijalankan Jro Bandesa Made Wijaya sangat menyentuh dan meringankan beban krama. “Krama sangat antusias dalam pembagian daging ayam dan uang bumbu ini. Ini sangat membantu kebutuhan krama,”ungkapnya.

Sedangkan Petajuh Banjar Adat Tengah I Wayan Pasar menyatakan terima kasih kepada Jro Bandesa Made Wijaya yang secara berkelanjutan telah menjalankan program membantu krama diantaranya pembagian daging ayam dan uang bumbu di hari Penyajaan Galungan. “Kami mengajak Krama Agung Tanjung Benoa jiga ikut menyampaikan terima kasih kepada Jro Bandesa dan prajuru karena telah melaksanakan program yang betul -betul dibutuhkan krama,”ajaknya.

Apresiasi terhadap program Desa Adat Tanjung juga disampaikan Kepala Lingkungan Tengah Kelurahan Tanjung Benoa Kadek Sutapa yang menyatakan program ini benar -benar bagus dan menyentuh kebutuhan masyarakat. “Terima kasih kepada Peanuru utamanya Jro Bandesa Made Wijaya yang secara konsisten menjalankan program ini setiap 6 bulan menyambut hari raya Galungan,”ujarnya.

Sebagai informasi Desa Adat Tanjung Benoa Kuta Selatan dibawah Kepemimpinan Bandesa Made Wijaya telah menjalankan berbagai program menyentuh dan meringankan beban masyarakat. Selain pembagian daging ayam dan daging babi di Hari Raya Galungan dan Hari Raya Nyepi, desa adat yang dikenal dengan wisata bahari yang telah mendunia, juga telah mengucurkan santunan kelayu sekar kepada krama sebesar Rp 15 juta dan pemberian santunan kematian berupa uang tunai Rp 20 juta kepada para pemangku Nirarta yakni perkumpulan Pemangku dadia dan Pemangku banjar yang ada di Desa Adat Tanjung Benoa. Sedangkan Pemangku Kahyangan Tiga (Pemangku Pinandita) mendapatkan bantuan Upakara Apranawa Bhuana Kosa senilai Rp 50 juta. (kbh6)

Related Posts