April 21, 2024
Seni Budaya

Periode ke-4, Made Wijaya Dikukuhkan Jadi Bandesa Adat Tanjung Benoa

Badung – kabarbalihits

Untuk periode ke 4 masa bakti 2024 -2027 Made Wijaya, SE kembali dipercaya sebagai Bandesa Adat Tanjung Benoa Kuta Selatan. Upacara pelantikan, pengukuhan dan pejaya -jayan Made Wijaya bersama Prajuru Desa Adat Tanjung Benoa dilaksanakan bertepatan dengan Pujawali di Pura Dalem Ning desa adat setempat, Kamis (22/2/2024).

Hadir dalam pengukuhan tersebut Kepala Dinas Kebuadayaan Kabupaten Badung I Gede Eka Sudarwita, unsur Muspika Kuta Selatan, seluruh Bandesa Adat di Kecamatan Kuta Selatan diantaranya Bandesa Adat Ungasan sekaligus Anggota DPRD Bali I Wayan Disel Astawa, Majelis Desa Adat Alitan Kecamatan Kuta Selatan dan Perwakilan Majelis Desa Adat Provinsi Bali yakni Petajuh Agung Dr. I Made Wena serta undangan lainnya. Made Wijaya sebagai Bendesa Adat Tanjung Benoa dan Prajuru dikukuhkan Petajuh Majelis Madya Desa Adat Kabupaten Badung Nyoman Astawa.

Ditemui usai upacara pengukuhan, Made Wijaya menyatakan terima kasih atas kepercayaan krama agung Desa Adat Tanjung Benoa kepada dirinya untuk kembali ngaturang ayah sebagai Bandesa untuk masa bakti 2024 – 2027. Selanjutnya Made Wijaya mengatakan telah mempersiapkan program kerja bersama prajuru diantaranya melakukan evaluasi terhadap awig -awig yang ada khususnya terkait masa jabatan bandesa yang saat ini hanya 3 tahun.

“Seperti yang disampaikan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, secara umum jabatan bandesa itu 1 periode 5 tahun. Karena masa jabatan kami yang hanya 3 tahun, kami akan berupaya menuntaskan (revisi awig) di tahun 2024,”ungkapnya.

Pak Yonda begitu sapaan populer Made Wijaya juga berharap agar 9 Desa Adat yang ada di Kuta Selatan dapat menyetujui jabatan bandesa satu periode adalah 5 tahun. “Tentu kami akan mohon tuntunan dari Majelis Desa Adat Provinsi Bali, serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung,”harapnya.

Baca Juga :  Terpilih Sebagai Dewan Kehormatan PBHI Nasional, Ini Prioritas yang akan dilakukan Gendo

Selain itu Made Wijaya sosok bandesa yang dikenal dengan tangan dinginnya dalam merealisasikan berbagai program meringankan beban krama, kembali menegaskan bersama prajuru akan melakukan penyempurnaan program yang sudah ada baik Parahyangan, Palemahan dan Pawongan.

Di periode ke 4 sebagai Bandesa Adat Tanjung Benoa Made Wijaya akan fokus dibidang Palemahan, hal ini dilakukan mengingat program sebelumnya telah difokuskan pada bidang Pawongan dengan memberikan program yang benar -benar menyentuh dan meringankan beban krama melalui berbagai bantuan di hari Raya Galungan dan Hari Raya Nyepi serta santunan kelayu hingga upacara ngaben.

“Program yang benar -benar meringankan beban krama sudah kami jalan selama 9 tahun. Jadi kami fokus menata palemahan desa adat sebagai wilayah kawasan pasriwisata yang tentu harus terus ditata dan dibenahi untuk mewujudkan keasrian,”bebernya.

Terkait bidang Priangan Made Wijaya menegaskan sudah berjalan bail selama ini, jika pun ada yang perlu diperbaiki tentu akan segera dituntaskan diantaranya tembok penyengker pura desa dan Pura Dalem Kahyangan yaknk perbaikan beberapa bale maupun bangunan yang akan direnovasi.

“Dibidang Pawongan beberapa program menyentuh kebutuhan krama sudah kami laksanakan bersama prajuru. Diantaranya Upacara Ngaben massal yang dananya sudah dibantu dari desa adat dan LPD. Bantuan 15 juta krama kelayu sekar untuk upakara serta bantuan sembako hingga pembagian daging ayam dan daging babi pada hari raya Galungan dan Nyepi,”tegasnya.

Sementara Petajuh Bandesa Agung Baga Kalembagaan dan SDM Majelis Desa Adat Provinsi Bali Dr. Made Wena menyatakan kesiapan membantu Bandesa Tanjung Benoa dan Prajuru dalam merubah awig terkait masa ayahan sepanjang hal tersebut juga mendapatkan persetujuan krama.

“Namun, harus dipahami ketika merubah awig tersebut terdapat beberapa pilihan yakni apakah masa ayahan akan menggunakan ayahan icaka warsa atau menggunakan suba dewasa wariga,”tukasnya. (kbh6)

Related Posts