July 19, 2024
Daerah

Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Petang

Badung-kabarbalihits

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Agung, Ngusaba Dalem di Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Petang, Senin (11/9).

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua DPRD yang diwakili Oleh Anggota DPRD Badung Dapil Petang I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, Penglingsir Puri Agung Petang lan Puri Agung Carangsari, Kadis Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha, Camat Petang AA. Ngr Raka Sukaeling serta unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Petang I Dewa Gede Usadi dan Perbekel se-Kecamatan Petang, Bendesa Adat se-Pemaksan Pucak Tedung dan Bendesa Adat Pangsan serta tokoh masyarakat setempat.

Upacara ini dipuput oleh Ida Peranda Gede Griya Kemenuh Gianyar, Ida Peranda Griya Budha Saraswati Taman Sari Batuan Sukawati Gianyar dan Ida Rsi Bujangga Griya Anyar Sari Sembung Badung.

Sebagai bentuk Ngastiti Bhakti Ring Ida Betara, Bupati Badung membantu dana Upacara sebesar Rp. 2 Miliar serta secara pribadi Mepunia sebesar Rp. 25 Juta.

Dalam sembrama wecananya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengucapkan rasa syukur kepada Ida Hyang Widhi Wasa dan Ida Betara Betari yang berstana di Pura Kahyangan Dalem semoga semuanya diberi keselamatan dan kerahayuan dalam melaksanakan upacara ini. Dan semoga karya ini berjalan lancar sida sidaning don nemu labda karya, paripurna lan swadarma ring Kahuripan, serta mari secara bersama-sama ngrastiti bakti, semoga Ida memberikan jalan dan anugrah yang baik bagi semua warga masyarakat Desa Adat Petang dalam melaksanakan upacara seperti sekarang ini.

“Upacara ini dapat dikatakan utamaning utama untuk mengingatkan kepada generasi penerus upacara ngusaba dalem ini, wenang bendesa adat/prawartaka karya untuk membuatkan Prasasti karana upacara utamaning utama ini kalaksanayang nyabran 30 tahun sekali. Diharapkan untuk upacara utama ini agar dudonan karya harus benar sama seperti anak-anak masuk ke sekolah, harus dari Paud ke TK baru SD, setelah itu SMP, SMA dan seterusnya dan tingkatan seperti itu yang utama diharapkan,” jelas Bupati Giri Prasta.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Terima Audiensi Dewan Ketahanan Nasional RI

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta, mengatakan dalam pelaksanaan Pujawali ini dapat dikatakan Puja itu dilaksanakan oleh Sulinggih bersama Pemangku sedangkan Walinya dilaksanakan oleh welaka, ada Sekaa Gong, Pesantian, Topeng Sidakarya, tari Rejang lan renteng itu yang dimaksud puja wali.

“Diharapakan agar dudonan ini benar dan mautama dan sudah benar dan mautama ini yang dimaksud upacara, upakara lan uparengga itu sarana dan taksu jagat Bali yang mautama. Setelah itu diharapkan juga masyarakat semua untuk bersatu dalam melaksanakan upacara seperti ini karena dengan bersatu setengah perjuangan akan berhasil serta dengan bersatu kita bisa membuatkan jembatan emas untuk generasi kedepan,” ungkapnya.

Sementara itu Manggala Karya I Made Sukawana, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Murdaning Jagat Badung bersama undangan lainnya atas kehadiran ikut ngrastiti bakti. Dilaporkan upacara Utamaning Utama Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas lan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Agung, Ngusaba Dalem, Pura Kahyangan Dalem, Nemuning Rahina Buda Wage Merakih Pinanggal 20 September 2023 yang akan datang. Karya ini dipuput oleh 30 sulinggih dan upacara ini medasar 3 Kerbau, Wewalungan Suku 4, Kuku 2 semua berisi dan memakai Bebangkit 108 soroh.

“Upacara ini dimulai pada Tanggal 8 Februari diawali dengan nyukat genah, Tanggal 4 Mei nancep sanggar tawang, mari suda bumi, surya candra naga, pengrasa karya, pada Tanggal 8 Mei nyengker setra, dan hari ini (11/9) kalaksanayang upacara Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas lan Mendem Pedagingan, dan Puncak Piodalan pada tanggal 20 September, Penyineban Tanggal 1 Oktober 2023,” jelasnya.(r)

Related Posts