May 23, 2022
Pendidikan

BEM Fakultas Pendidikan UNHI Gelar Seminar “Pendidikan Moderasi Beragama Melalui Seni dan Budaya”

Denpasar-kabarbalihits

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pendidikan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menggelar seminar nasional bertajuk “Pendidikan Moderasi Beragama Melalui Seni dan Budaya” bertempat di Aula Taman Asoka UNHI Denpasar, minggu (8/5). Seminar Nasional Kali ini menghadirkan 2 narasumber, yakni Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, SH dan pendiri sanggar seni Pancer Langit, Dr. Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, S.Sn., M.Sn dengan moderator Dr. W.A. Sindhu Gitananda, S.S.,M.Hum yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar.

Seminar Nasional dilatarbelakangi terjadinya beberapa kasus dalam kehidupan beragama seperti memiliki rasa fanatisme yang berlebihan. “Sehingga seminar kali ini mengambil dua sisi dari tema yang diangkat, yakni pendidikan agama dan dari sisi seni budaya,” ucap Gubernur BEM Fakultas Pendidikan, I Putu Anggara Bakti Wicaksana seraya ditambahkan ketua panitia seminar, Putu Putri Pradnya Wulandari terkait peserta yang diikuti tidak hanya mahasiswa UNHI namun juga peserta umum sebanyak 100 orang.

Dekan Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar, Dr. Drs. Wayan Paramartha, SH., M.Pd berharap melalui seminar ini peserta mendapatkan nilai atau butir yang terdapat dalam pendidikan agama Hindu sesuai dengan moderasi dalam beragama. Paramartha menambahkan melalui seminar ini nantinya akan digali nilai-nilai pendidikan agama Hindu. Seperti ‘Widya’, yakni kecerdasan dalam artian kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial, yang nantinya digunakan untuk saling menghormati dan menghargai antar sesama umat beragama.

“Selain itu ada yang namanya ‘Metri’ atau cinta kasih. Diharapkan juga nantinya mahasiswa bisa menumbuhkembangkan rasa cinta kasih, saling sayang-menyayangi, saling menghargai dan saling menghormati antar sesama. Dengan demikian, akan muncul jiwa-jiwa yang cinta kasih terhadap sesama, antar mahasiswa terutama untuk dirinya sendiri terlebih dahulu kemudian baru antar umat beragama,” terangnya.

Dekan menambahkan, selanjutnya ada ‘Ahimsa’ yakni tidak saling membunuh maupun menyakiti yang dalam artian tidak saling membenci antar sesama dan antar umat beragama. 

“Sementara di Fakultas Pendidikan nilai seni dan nilai agama serta nilai pendidikan pada umumnya bisa terangkat dalam kegiatan seminar ini,” imbuh Dekan yang membawahi Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Program Studi Pendidikan Seni Tari Keagamaan Hindu, Program Studi Pendidikan Seni Karawitan Keagamaan Hindu, Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Ornamen Hindu, Magister Pendidikan Agama Hindu serta Doktor Pendidikan Agama Hindu ini.

Baca Juga :  Lindungi Pekerja, Wakil Bupati Buleleng Dukung Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Seminar Nasional dibuka Wakil Rektor III Unhi Dr. Drs. I Putu Sarjana, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Sarjana menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan seminar nasional kali ini. Karena moderasi dalam beragama sangat penting dalam hidup, yakni tidak ada kefanatikan dalam sebuah ideologi apapun yang dimiliki oleh semua agama yang diakui pemerintah. 

“Dalam konteks yang lebih nyata kita di Bali telah memiliki literasi yang penuh dengan nilai-nilai yang ada kandungannya dan berkaitan dengan moderasi. Kita memiliki berbagai bentuk peninggalan seni yang dihasilkan oleh para leluhur kita dari abad ke 13, beberapa pura di Singaraja, di Bangli dan beberapa kampung islam yang menunjukkan bahwa Hindu telah memiliki sebuah penerimaan moderasi,” papar Sarjana seraya menambahkan seminar ini bisa menghasilkan beberapa kajian terutama terapan dalam memahami konsep terkait moderasi itu sendiri.(kbh2).

Related Posts