January 19, 2022
Daerah Ekonomi

Kembangkan Cacing Dari Buah Busuk, Hasilnya Menjanjikan

Denpasar-kabarbalihits 

Cacing kerap dianggap sebagai hewan kecil berlendir yang menjijikkan. Namun sedikit yang mengetahui bahwa cacing mempunyai nilai ekonomis. Seperti yang dilakukan Andi Susanto yang tinggal di Jalan Kartini, Denpasar, ia berhasil mengembangkan hewan cacing sebagai nilai tambah dari usahanya menjual buah yang baru dirintis dari tahun 2021. 

Andi bersama istri memanfaatkan sampah buah, sisa dari jualan yang tidak laku sebagai pakan cacing ANC (African Night Crawler) yang dikembangkannya. 

“Karena melihat sampah jualan buah-buahan istri saya menumpuk kepikiran agar sampah itu bisa terolah tidak kebuang. Jadi ada nilai tambah, akhirnya saya browsing internet bahwa cacing bisa mereduksi sampah sampai 90 persen. Saya pilih cacing untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat lagi,” Ucapnya saat ditemui di Toko Buah miliknya Jalan Kartini, Denpasar (4/1/2022). 

Andi Susanto saat memperlihatkan cacing ANC hasil budidaya di Jalan Kartini, Denpasar

Cacing ANC secara bentuk memiliki tubuh yang pipih dibandingkan dengan cacing tanah, dan lebih mengkilap apabila terpapar cahaya. 

Awalnya Andi memperoleh bibit cacing ANC yang dibeli dari Malang sebanyak 5 Kg, dengan harga Rp 50 ribu per Kg. Dalam mengembangkan cacing ini dinilai sangat mudah, terlebih pakan yang diberi juga telah tersedia.

“Tinggal menyiapkan media, plus pengawasan. Biasanya diserang oleh predator, kalau di rumah-rumah tikus,” Katanya. 

Hingga kini kedua usahanya ini berjalan dengan baik dengan skala kecil. Dimana hasil yang diterima dari menjual cacing ANC mencapai 5 juta lebih per bulan. 

“Sementara sekitar 60 Kg 1 bulan untuk panennya. Saya jual daerah Denpasar rata-rata Rp 85 ribu per kilo dan saya bisa menjual sekitar 50 sampai 60 Kg dalam 1 bulan,” Bebernya. 

Diketahui permintaan cacing ANC ini dari berbagai kalangan seperti peternak belut, para pemancing, toko burung, penjual ikan hias dan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik bekas cacing yang sangat subur. 

Khusus kebutuhan pemancing, Andi menjual 1 cup berisi 20 ekor cacing ANC dengan harga Rp 5 ribu.

Salah seorang pembeli cacing, Bambang Riyadi mengaku membeli cacing ini digunakan sebagai umpan memancing ikan, yang diketahui dari media sosial facebook. 

“Ini pertama liat di facebook, saya nyari sedikit saja untuk satu jam mancing,” Jelasnya. 

Baca Juga :  Manfaatkan Momen Rumah Murah Saat Pandemi

Bambang memilih cacing ini karena dianggap lebih mudah dibeli, dibandingkan dengan membuat umpan lainnya seperti pelet atau mencari di dalam tanah. 

“Sekarang lebih simpel beli, cuma Rp 5000 murah daripada nyari tangan kotor, hujan, becek, jalan jelek lagi,” Imbuhnya sambil tertawa, (kbh1) 

Related Posts