August 1, 2021
Daerah Ekonomi

Jelang Idul Adha Penjualan Kambing Lesu Pembeli, Sanusi : “Gara-gara PPKM ini hancur”

Denpasar-kabarbalihits

Menjelang Hari Raya Idul Adha sejumlah penjual kambing di wilayah Kampung Jawa, Desa Wanasari, Denpasar mengeluhkan sepinya pembeli. Penjualan mereka turun drastis hingga 75 persen dibandingkan dengan Hari Idul Adha tahun sebelumnya.

Salah seorang penjual kambing, Sanusi Daeng menuturkan kambing miliknya hanya laku 30 ekor, biasanya H-3 jelang hari Qurban laku hingga 100 ekor.

“Ada stok 150 ekor, sekarang sepi. Idul Adha sebelumnya ramai, biasanya H-3 habis 100,” Ungkap Sanusi ditemui di Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar (17/7).

Kisaran harga kambing yang ia jual mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 4,5 juta menurut bobot kambing.

“Ada dua setengah juta, tiga juta, super jumbo empat setengah juta,” Katanya.

Sanusi menilai, diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali ini berimbas pada menurunnya penjualan kambingnya.

“Gara-gara PPKM ini hancur, dulu tidak ada PPKM bisa laku,” Ucapnya.

Diakui, nantinya sisa kambing yang tidak laku akan dikembalikan kepada peternak kambing yang berada di daerah Pupuan-Tabanan dan Gobleg-Buleleng.

Senada dengan Sanusi, penjual kambing lainnya Bahri mengatakan, penjualan kali ini tidak seperti tahun sebelumnya, disebabkan pengaruh dari daya beli menurun dampak dari pandemi Covid-19.

“Merosot ya, keadaan kaya gini mau gimana. Harga kambing minim saya jual 2,5 juta paling tinggi sampai 5 juta. Sangat rugi, pengaruhnya besar sekali” Ucapnya.

Sementara Ketua Takmir Bidang Idaroh, H. Abdul Hakim ditemui di Masjid Raya Baiturrahman jalan A. Yani Denpasar menyampaikan, pelaksanaan Sholat Idul Adha pada 20 Juli nanti di Masjid setempat tidak seperti biasanya, yakni dengan syarat yang sangat ketat ditentukan oleh panitia termasuk dalam pembagian daging Qurban.

“Sekarang kondisi covid, PPKM Darurat, kita memang tetap mengadakan, tetapi dengan syarat ketat, termasuk penyembelihan juga tidak memberikan serta merta keleluasaan pada masyarakat untuk meminta daging qurban,” Jelasnya.

Nantinya kepanitiaan di Masjid setempat akan mengantar daging ke tempat orang-orang yang berhak menerima daging kurban.

Haji Abdul Hakim menilai, khusus hewan kurban yang didonasikan ke Masjid biasanya diterima sampai 40 ekor kambing pada H-3, namun berbeda untuk tahun ini hanya 3 ekor yang bisa diterima.

“Sangat pesat penurunan, karena situasi ekonomi hamper 2 tahun mengalami krisis, juga dengan adanya PPKM yang membatasi ruang lingkup masyarakat sendiri,” Ujarnya.

Kembali dijelaskan, pelaksanaan sholat id oleh jamaah akan dilakukan dalam masjid dan tidak sampai meluber keluar masjid.

“Tidak melaksanakan sholat diluar masjid, khusus diperuntukkan jamaah dusun Wanasari. Karena kita juga memecah menjadi tiga tempat yang kita pergunakan. Supaya tidak menjadi klaster baru dalam kerumunan,” Tambahnya.

Baca Juga :  Lewat Agen Ayam "Hary Merta" Wah Olin Buka Peluang ditengah Pandemi

Pihaknya juga sudah memberikan arahan sebelumnya untuk tidak melaksanakan sholat id, namun jamaah dibatasi dan penutupan akan dilakukan jika dirasa masyarakat banyak yang datang ke Masjid.

“Ketika sudah full tetap menjaga jarak kita tutup Masjid, sudah tidak ada lagi di areal halaman Masjid. Sisanya kita anjurkan sholat di rumah masing-masing,” Jelasnya.

Diketahui sebelumnya, diterbitkannya pemberlakuan PPKM Darurat, Kemenag (Kementrian Agama) SE (Surat Edaran) No. 17 Th. 2021 tentang Peribadatan yang ditiadakan sementara ini bertujuan untuk menjaga maupun melindungi masyarakat dari paparan Covid-19, yang belakangan ini mengalami peningkatan signifikan. (kbh1)

Related Posts