June 14, 2021
Pendidikan

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unwar “ Pemberdayaan Kelompok Usaha Industri Gula Merah Dawan”

Klungkung-kabarbalihits

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menggelar pengabdian kepada masyarakat di Desa Besan Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. Ketua tim PKM Unwar, Ni Nyoman Suriani,SE,MM mengatakan PKM kali ini dengan mengusung tema “Pemberdayaan kelompok usaha industri gula merah dawan berupaya mencari solusi bagi persoalan yang dihadapi kelompok usaha industri gula merah dawan di Desa Besan. Bersama anggota tim PKM, A.A Media Martadiani ,SE.,MM dan I Made Yogiarta, SE,MM berupaya mengidentifikasikan persoalan yang dihadapi kelompok usaha pembuat gula merah Dawan.

Seiring perkembangan teknologi, pembuatan gula merah Dawan dengan cara tradisional di Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung makin ditinggalkan. Perbekel Besan, Ketut Yasa mengungkapkan saat ini hanya tersisa 15 orang pembuat gula batok tradisional di desanya. Sebelumnya sempat ada kelompok, tapi seiring berjalannya waktu anggotanya kian menyusut untuk penjualan, mereka pun harus bersaing dengan serbuan gula oplosan yang datang dari Pulau Jawa. Alat produksi seperti wajan besar juga menjadi hambatan karena sudah tidak memadai dan pemasaran yang terlalu terbatas. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah sulit mengembangkan usaha, kurangnya promosi, belum melakukan pencatatan pembukuan terkait dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dan dalam menjalankan usahanya mitra menjalankan usahanya secara kekeluargaan.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya Exit Meeting Bersama Kepala BPK RI Perwakilan Bali

Untuk mengatasi persoalan tersebut dari tim PKM Unwar memberikan solusi dengan mengadakan pendampingan dalam menghitung laba rugi, harga pokok produksi dan pencatatan asset yang dimiliki pendampingan dalam memasarkan produk melalui peningkatkan promosi lewat media online sehingga dapat meningkatkan jumlah pelanggan, serta memberikan bantuan barang modal berupa penggorengan besar sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Suryani pemasaran dilakukan hanya dengan orang perorangan, karena rendahnya pengetahuan akan penggunaan system e commerce. Usaha kecil menengah (UKM) menghadapi tantangan terbesar sejak maraknya penjualan sistem on line. Bergesernya pola pikir dan pola layanan masyarakat terhadap kebutuhan suatu kebutuhan barang membuat pelaku UKM yang tidak mengerti perkembangan teknologi informasi menjadi terpuruk. Faktor penentu keberhasilan pengelolaan UKM adalah penguasaan teknologi informasi. Kemajuan teknologi adalah salah satu langkah yang diterima secara teoritis yang diterapkan untuk menghilangkan hambatan perbatasan ekonomi karena hal itu membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi faktor-faktor produksi ekonomi, tenaga kerja, modal, dan sumber daya, lainnya, dan meningkatkan penggunaan input produksi dalam produksi.

Sementara itu, A.A Martadiani dan Yogirta menambahkan outcame dari kegiatan PKM ini adalah meningkatnya pengetahuan dan dan ketrampilan Kelompok Mitra dalam menerapkan konsep kewirausahaan dapat membuat membuat laporan keuangan yang sederhana, dapat mempergunakan aplikasi media sosial dalam hal ini Whatsapp, Instagram dan Facebook dalam memasarkan produk berbasis on line .

“Dengan PKM ini diharapkan pendapatan dari usaha gula merah Dawan semakin meningkat .Harapannya dengan adanya pendampingan kendala yang dialami mitra dapat diminimalkan dan pada akhirnya, usaha gula merah dawan akan mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan membantu perekonomian masyarakat khususnya pada saat kondisi pandemi seperti ini,” pungkasnya (r)

Related Posts