June 14, 2021
Daerah

Larang Kegiatan Hare Krishna di Desa Adat Sidakarya, Pengurus Pasraman Sri Jagannatha Gauranga Mohon Penangguhan

Denpasar-kabarbalihits

Desa Adat Sidakarya menegaskan pelarangan segala bentuk kegiatan Ashram ISKCON, Pasraman Sri Sri Jagannath Gauranga yang merujuk melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), PHDI dan MDA Provinsi Bali.

Hal tersebut terungkap ketika perangkat Desa Adat Sidakarya menghadirkan pengurus Pasraman Sri Sri Jagannatha Gauranga dalam partemuan di Kantor Perbekel Desa Sidakarya, pada Rabu pagi (12/5). 

Bendesa Adat Sidakarya, I Ketut Suka dalam pertemuan tersebut mengatakan, sebelum adanya pemanggilan resmi terhadap pengurus Ashram, pihaknya sudah berkomunikasi secara pribadi berdasarkan Surat instruksi dari MDA Bali yang diterbitkan pada bulan agustus 2020, sebelum adanya Surat keputusan bersama (SKB).

“Dengan merujuk pada instruksi MDA dan SKB PHDI Provinsi Bali, kami selaku Prajuru Desa Adat Sidakarya memutuskan untuk melarang segala bentuk kegiatan ritual sampradaya non-dresta Bali di wewidangan Desa Adat, yang bertentangan dengan Sukerta Tata Perahyangan, Awig – Awig, Perarem dan Dresta Desa Adat,” Ungkap Bendesa Adat Sidakarya I Ketut Suka, didampingi oleh Perbekel Desa Sidakarya, I Made Adi Widiantara.

 

Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam ini menghasilkan keputusan dari pihak pengurus Pasraman Sri Sri Jagannatha Gauranga, dimana mengajukan permohonan agar keputusan penutupan Pasraman dapat ditunda, yang jatuh pada hari Senin mendatang (17/5). 

“Nanti akan ada surat dari kami, sesuai yang diminta tadi, itu saja,” Ucap Sekretaris Pasraman Made Maha, bersama Ketua Pasraman Wayan Sujana yang terburu-buru ketika ditanya awak media usai pertemuan tersebut.  

Bendesa Adat Sidakarya, I Ketut Suka menambahkan, keputusan pelarangan tersebut sudah dilakukan sesuai dengan prosedur, serta pihak terkait juga telah diajak mediasi akan adanya larangan tersebut, sehingga diharapkan kesepakatan itu dapat dipatuhi secara bersama – sama. (kbh1) 

Related Posts