April 15, 2021
Daerah

Meski Belum Pengaruhi Penjualan, Pengrajin Endek Di Badung Sambut Gembira SE Gubernur Penggunaan Endek

Badung – kabarbalihits

Kebijakan Provinsi Bali yakni Surat Edaran (SE) Gubernur Bali nomor 04 tahun 2021 Tentang Penggunaan Kain Endek/Kain Tenun Tradisional Bali mendapat dukungan penuh pengrajin di bumi keris Badung, meski belum berdampak signifikan bagi usahanya namun program yang dimaksudkan sebagai pelestarian kain endek Bali tersebut dan mampu menggerakan ekonomi kerakyatan itu telah  membawa angin segar setelah sepi pembeli di masa pandemi sekarang ini.

salah satu pengrajin pertenunan endek di Badung Ni Luh Kompiang Ratnadhi mengaku, senang mendengar kebijakan Gubernur Bali. Ia berharap, kebijakan tersebut membawa angin segar setelah sepi pembeli di masa pandemi. Meski begitu, pengrajin asal Banjar Agung Desa Mambal, Abiansemal itu mengaku, sejauh ini belum berdampak signifikan bagi usahanya. 

“Belum banyak (pembeli,red). Ada sih 1,2 saja. Mungkin karena aturannya kan baru, dan ada juga yang sudah punya,” tuturnya ditemui di kediamannya, Rabu (24/2). 

Pemilik  Pertenunan Endek Sari Jepun ini juga mengaku, memiliki 15 pekerja untuk memproduksi kain endek. Sehari, satu pengrajin bisa memproduksi kain endek sepanjang dua meter. Guna meningkatkan pembeli, pihaknya mengaku selama ini gencar promosi melalui media sosial. “Selama pandemi penjualan kita turun drastis, tapi kita tetap promosi di sosial media,” katanya sembari menyebut harga kain permeter yang dijual mulai dari Rp. 125 ribu rupiah.

Baca Juga :  Badung Kembali Raih Penghargaan Public Service Award Of The Year Bali 2020

Pengrajin yang memiliki ciri khas endek motif jepun ini, berharap dengan adanya kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung bisa memfasilitasi agar pengusaha endek bisa mengambil bahan dari pengrajin Badung. 

“Harapan kami sih, pemda bisa membantu pemasaran. Kalau ada yang membeli atau usaha endek agar bisa disarankan mengambil di pengrajin Badung. Misal nanti kalau hotel sudah buka, setiap Selasa karyawannya harus pakai endek, supaya dibantu untuk bisa diarahkan mengambil ke kami,” harap ibu dua orang anak yang memulai usaha sejak tahun 2018 tersebut. (kbh6)

Related Posts