February 28, 2024
Politik

HUT ke-19 Partai Demokrat Dirayakan Penuh Kesederhanaan, AHY: Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit

Jakarta – kabarbalihits

Ketua Umum Partai Demokrat  Agus Harimurti Yudhoyono(AHY) menyampaikan pandangannya terkait penanganan Pandemi Covid-19.

Pandangannya tersebut disampaikan dalam Pidato Bertajuk Bersama kita kuat, Bersatu kita bangkit” juga merupakan rangkaian HUT ke -19 Partai Besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu disiarkan secara live oleh Tv One, Jumat (25/9).

 

 

Mengawali Pidatonya AHY menyatakan Pada tanggal 9 September 2020, Demokrat baru saja, memperingati hari kelahirannya, yang ke- 19. Peringatan kali ini, sungguh berbeda, tidak ada perayaan, atau temu kader, yang penuh suka cita.

“Tidak ada yang menyangka, kita akan menghadapi situasi pandemi, seperti saat ini. Berbagai istilah asing, seperti, work from home, physical distancing, lockdown, distance learning, dan new normal menjadi tidak asing lagi, di telinga kita.

Meski, kita pun beradaptasi, dengan membuat istilah sendiri; seperti; PSBB, PJJ, AKB, dan OTG,”ujarnya. Dalam pandemi ini, AHY meyakini sebagai  peringatan yang menghentak, dan membangunkan kesadaran sebagai manusia yang penuh kekurangan, dan kelemahan.

“Selama ini, kita larut, dalam kencangnya, arus perkembangan informasi, dan teknologi terlalu sibuk dengan kompetisi global, yang tiada akhir, bahkan ada kalangan yang beranggapan dengan kemajuan teknologi manusia bisa berbuat apa saja. Sadar atau tidak, semua itu membuat kita jumawa dan takabur, seolah menjadi penguasa, dalam kehidupan ini,”terangnya.

Ketika wabah Covid-19 yang mematikan ini merebak pertama kali di Wuhan, AHY mengingatkan tidak sedikit pihak menyepelekan fakta yang ada, meski kasus bermunculan di banyak negara termasuk yang ada di depan mata.

“Dalam kesempatan ini, izinkan saya, mengajak para kader, dan keluarga besar Demokrat untuk bersama-sama melakukan refleksi dan bertafakur bersama. “Musibah yang kita hadapi ini  nyata siapapun bisa menjadi korbannya. Kita perlu saling berbagi rasa, dan empati.Krisis besar yang melanda negeri ini, juga serius. Karenanya, kita harus lebih bersatu untuk mengatasinya.

Baca Juga :  Ketua PSI Bali Sebut Mawar Semerbak di Bali, Optimis Raup Suara 50 Persen Untuk Prabowo-Gibran

Jangan biarkan, satu pun di antara kita, dan juga rakyat, menanggung bebannya sendiri,”AHY mengingatkan. AHY berharap negara dan pemerintah, harus bisa menemukan solusi yang tepat dan bisa mengakhiri pandemi corona, dan krisis ekonomi, dewasa ini.

Kuncinya adalah, kebersamaan.Sebagaimana orang bijak mengatakan, kalau ingin cepat, lakukan sendiri,tetapi kalau ingin sukses, lakukan bersama-sama.

“Pada kesempatan ini pula, saya ingin mengajak, dan menyampaikan pesan, kepada seluruh kader Demokrat, di manapun saudara berada.

Meskipun pesan ini, secara khusus, saya tujukan kepada para kader, dan keluarga besar Partai Demokrat, tetapi, para kader juga bisa mengajak, saudara-saudara kita yang lain, rakyat Indonesia, yang kita cintai bersama.

Ajakan yang tulus, untuk memperkuat barisan, bahu-membahu, dan tolong menolong. Motto besar yang perlu kita angkat tinggi-tinggi, adalah: “Bersama kita kuat, Bersatu kita bangkit”; disertai tekad, dan semboyan kita Bersama: “Masa Kini, Krisis teratasi,Masa Depan, Kehidupan Bangsa Aman”.

AHY pun menegaskan 3 hal besar, yang berkaitan dengan pesan, dan ajakan ini : Pertama, dalam mengatasi krisis besar saat ini, pilihan yang kita ambil adalah menyelamatkan hidup manusia, dan memulihkan ekonomi, sebagai satu kesatuan yang utuh. Jangan dipisah-pisahkan. Dengan strategi, kebijakan, dan tindakan yang tepat,keduanya dapat dilakukan.

Kedua, dalam mengatasi pandemi covid-19, dan krisis ekonomi ini, tentu kita pilih kebijakan dan tindakan yang tepat; yang benar-benar, bisa mendatangkan keberhasilan. Namun, bersamaan dengan itu, perlu kita cegah, terjadinya hal-hal yang mengancam, keberlangsungan kehidupan bangsa yang baik, di masa depan. Kita harus bisa, mengatasi masalah saat ini, tanpa menimbulkan masalah, di kemudian hari.

Sedangkan yang Ketiga, Kita merasakan, kurangnya kerukunan dan kebersamaan, di antara sesama komponen bangsa, termasuk,ketika kita sedang menghadapi krisis saat ini,”beber suami Anisa Pohan ini.

Baca Juga :  Bumikan Empat Pilar MPR RI, Gus Adhi: Bangsa Indonesia akan Semakin Kuat, Kokoh, dan Maju

Selain memberikan tekanan terhadap dunia usaha, pandemi ini juga berdampak, terhadap kehidupan masyarakat, karena itu, masyarakat yang tengah mengalami kesulitan hidup yang serius, wajib mendapatkan bantuan dari negara, pemerintah, dan masyarakat, yang lebih mampu.

“Bantuan ini meliputi bantuan untuk menjamin kelangsungan hidup rumah tangga, yang mengalami kesulitan, karena hilangnya mata pencaharian, bantuan nyata sebagai konsekuensi dilakukannya pembatasan sosial yang ketat, serta bantuan kepada rumah tangga, agar lebih bisa memproteksi diri, dari kemungkinan tertular Covid-19.”ungkapnya sembari mengatakan langkah-langkah untuk mengatasi krisis besar ini, umumnya telah dilakukan pemerintah. Namun, melihat perkembangan situasi, dan hasil nyata yang ada saat ini, upaya itu masih harus dilanjutkan, dan ditingkatkan.

Ia pun optimis, jika kita bersatu, dan bekerja bersama dalam menghadapi pandemi ini, maka dua- duanya bisa kita selamatkan. Baik manusianya, maupun ekonominya. Jangan ada yang dikorbankan.  “Jangan sampai, krisis ini menyengsarakan rakyat kita, lebih dalam lagi,”pintanya

Untuk itu, AHY mengajak seluruh kader Demokrat, bersama semua elemen bangsa dan masyarakat luas, untuk ikut menyukseskan berbagai upaya, yang telah dilakukan oleh negara dan pemerintah, hingga saat ini. Besarnya krisis yang dihadapi, disertai dengan pengalaman sejarah masa lalu, harus disadari bahwa tanpa kebersamaan, dan dukungan semua elemen bangsa serta masyarakat luas, tidak mungkin krisis saat ini akan dapat diatasi.”pungkasnya (r)

Related Posts