February 22, 2024
Pariwisata

Pariwisata Bali Untuk Wisman Ditunda, Dewi Trisnawati : “Bali Bagian Dari Situasi Global”

Denpasar – kabarbalihits

Tidak dipungkiri selama ini Bali menjadi lokomotifnya pariwisata indonesia, dan semua pelaku pariwisata tentunya menginginkan pariwisata di bali kembali normal. Faktanya situasi ini tidak hanya di Indonesia, karena berpengaruh secara global. Meski sudah dibuka untuk wisatawan domestik pada akhir Juli lalu, namun rencana untuk membuka kembali pariwisata bagi wisatawan mancanegara di bulan september tidak sesuai harapan bagi Pemerintah Bali.

 

 

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat pariwisata yang juga director Gaia Gita Consulting, Dewi Trisnawati ketika ditemui di denpasar.

“Ini situasi global, sebesar apapun kita pikir Bali sebagai destinasi tetap aja bagian dari situasi global. Orang tidak travelling itu saja yang harus kita terima. Pastinya kita harus bersabar” Jelasnya.

Ia pun beranggapan, hal ini menjadi kesempatan untuk melakukan pekerjaan rumah bahwa bali sebagai destinasi. Juga dinilai, tidak satupun yang bisa memprediksi situasi pariwisata untuk normal seperti sebelum pandemi, khususnya bagi di bali.

“Tidak ada bisa jawab, bisa tanya kesemua yang paling jenius, Pengamat pariwisata yang paling berkompeten nggak ada yang bisa kasi jawaban tangal sekian, bulan sekian, tahun sekian. Kita lupakan saja itu, kita harus menerima situasi ini” Ungkapnya.

Walaupun sulit, situasi ini harus diterima oleh siapapun. Dengan waktu yang ada, pihaknya mengajak mencari cara kepada pengambil keputusan untuk mencari strategi baru, paradigma baru untuk bali sebagai destinasi pariwisata.

“Masalah utama dari bali kan supply, istilahnya jumlah kamar hotel, villa, hostel, terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah kedatangan wisatawan. Kedepannya kapanpun (pandemi) akan berakhir, situasi ini akan tetap sama” Katanya.

Disampaikan juga, pihaknya sepaham dengan analisa salah satu editorial yang bisa dipertimbangkan untuk bali kedepannya, terhadap supply yang berlebihan ini.

Baca Juga :  BETA Gelar Wisuda Ke II, Sekaligus Membuka Program Guiding

“Tiga target, paradigmanya harus baru. Yang pertama adalah digital nomad, yang kedua untuk membuat bali itu tempatnya orang datang untuk berobat, karena disini bisa didirikan rumah sakit internasional. Yang ketiga adalah Bali menjadi tempat international student, dan Ini memerlukan kerja keras untuk membuat peta baru, bali ini mau dibawa kemana” Katanya.

Ditambahkan, Jika hanya murni menunggu sampai pariwisata buka kembali normal, hal tersebut dinilai tidak akan sama seperti sebelum pandemi.

“Kalau dari sekarang para perumus kebijakan mulai berpikir kesana, mungkin ini kesempatan kita melihat pekerjaan rumahnya bali sebagai destinasi. Salah satunya itu untuk merubah paradigma dan merubah target” Imbuhnya.

Disinggung mengenai pariwisata bali saat ini mencoba memuliakan wisatawan domestik, ia menilai pasar domestik bukan menjadi hal yang baru. Menggarap pasar domestik, tetap harus melihat yang selama ini memang benar berliburan ke bali.

“Karakternya kan sudah jelas, jakarta, surabaya, bandung, manado, kota kota ini dimaksalkan aja. Karena kalau setiap orang yang menyimpan uang untuk umroh dan rencananya untuk digarap dipakai untuk berliburan tetapi tidak mempunyai karakter biasa travelling, rileks di bali, itu sulit kita berharap” Tandasnya.

Diharapkan yang terpenting untuk pemerintah indonesia bisa mengelola situasi saat ini, dan tidak memberatkan masyarakatnya. (kbh1)

Related Posts