April 21, 2024
Pendidikan

Yudisium Sarjana LXIV FH Unwar Digelar Sesuai Protap Kesehatan Covid-19

Denpasar – kabarbalihits

Sebanyak 201 orang lulusan Sarjana dilepas Dekan FH Unwar, Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, SH.,MH., bersama para Wakil Dekan FH Unwar (5/5). Uniknya, upacara yudisium ke LXIV (64) kali ini berbeda dari yudisium sebelumya. Dimana upacara yudisium dilakukan secara bertahap selama 2 hari. Bahkan, setiap sesinya hanya melibatkan 15-20 orang yudisiawan. 

Hal ini dilakukan untuk menjaga jarak (social/physical distancing) para peserta yudisiawan. Protokol kesehatan guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 juga diterapkan. Sebelum memasuki ruangan, peserta yudisiawan diwajibkan mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker. Setelah dilepas, para calon wisudawan langsung meninggalkan ruangan dan dilanjutkan para yudisiawan sesi berikutnya.

 

 

Dekan FH Unwar, Prof. Budiartha, mengatakan bahwa upacara yudisium kali ini tidak seseremonial seperti upacara yudisium sebelumnya karena dunia dan Bali pada khususnya sedang “berperang” melawan pandemi Covid-19. Namun, hal itu tidak mengurangi makna dari upacara yudisium yang sesungguhnya. Menurutnya, sebagai penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Hukum, FH Unwar memiliki kewajiban untuk memberikan gelar akademik kepada mahasiswa yang telah memenuhi kewajibannya dalam menempuh satuan pendidikan. Sebab, bagi Mahasiswa Yudisium merupakan momentum yang amat strategis sebagai perjuangan akhir untuk meraih sukses menjadi sarjana hukum, sekaligus untuk menentukan sikap hidup ke depannya. Diharapkan para lulusan nantinya dapat melanjutkan studi jenjang S2 atau bekerja sambil melanjutkan S2.

Yudisium LXIV FH Unwar diikuti sebanyak 201 orang yudisiawan, dimana 100% lulus di atas IPK 3.00. Pencapaian ini telah memenuhi peryaratan yang ditetapkan oleh Universitas, bahkan di atas rata-rata yang ditetapkan Universitas, yaitu 75%. Tercapainya sasaran mutu lulusan ini, karena FH Unwar saat ini didukung sebanyak 59 orang tenaga dosen tetap (4 orang Guru Besar, 30 orang Doktor dan 9 orang kandidat doktor, serta 20 orang dosen S2.

Baca Juga :  Pengabdian Masyarakat FH Unwar Saat Pandemic Covid-19, Sasar Panti Sosial dan Panti Asuhan

Di samping itu, terdapat juga tenaga Dosen Luar Biasa dari Unud, Pemda, dan Praktisi Hukum. Sedangkan untuk staf administrasi dibantu oleh 9 orang. Sampai saat ini jumlah Mahasiswa Aktif (student body) FH Unwar sebanyak 1.925 mahasiswa dengan rasio dosen dan mahasiswa ‪1:33 (kondisi sangat ideal).

Sementara itu, dalam pelakasanaan proses akademik, FH Unwar unwar menerapkan kurikulum berbasis SN-Dikti mengacu pada KKNI yang selanjutnya disebut Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT-Dikti). Untuk menyiapkan lulusan dengan keterampilan khusus, FH unwar memberikan pelatihan Mediator dan Contract Drafting oleh Jimly School, Legal Drafting oleh Kemenkumham, dan Profesi Advokat yang dapat dipilih oleh mahasiswa. Dalam bidang penelitian, FH Unwar mewajibkan setiap dosen memiliki 1 buah penelitian setiap tahunnya dengan rata-rata biaya per dosen Rp 15 juta. Sedangkan untuk pengabdian telah didorong adanya peningkatan kuantitas maupun kualitasnya yang telah bekerjasama dengan pemerintah, baik di Bali maupun luar Bali. 

Dalam bentuk Kerjasama, FH Unwar telah melakukan kerjasama baik secara nasional maupun internasional. Untuk kerjasama nasional ada dari Pemprov Bali dan Kabupaten se-Bali, Mahkamah Agung, Peradi/AAI, Peradin, PKPA, dan Kemenkumham. Sedangkan kerjasama Internasional terjalin dalam bentuk MoU dengan Charles Darwin University Australia, Tripura University India, Maharsi University Amerika Serikat, Neigata University Japan, Thammasat University Thailand, University Teknologi Mara Malaysia, Universitas Dili Timor Leste, Hooge School dan Leiden University Belanda, Han-Kuk University dan Younsang University Korea, Vietnam National Univeristy, dan Royal University of Law and Economic Kamboja.

“Kami berharap para lulusan tidak harus menganggur mencari pekerjaan atau sebagai job seeker, tetapi harus kreatif bisa menciptakan lapangan pekerjaan atau menjadi job creator dengan mengembangkan profil lulusan yang berintegritas, dan memiliki knowledge serta skill hukum sehingga lebih menjadi profesional dan mampu berdaing di era globalisasi saat ini,” harap Prof. Budiartha.

Baca Juga :  Universitas Udayana Bersama Kemenkes RI Gelar Seminar dan Sosialisasi Kampus Sehat

Pada upacara Yudisium ini diserahkan penghargaan kepada mahasiswa FH lulusan terbaik yang diraih A.A. Ngurah Adhi Wibisana dengan IPK.4.0 (cumlaude). (kbh2)

Related Posts