April 21, 2024
Daerah Ekonomi Kuliner

Peternak Lele Gigit Jari 

Tabanan – kabarbalihits

Pandemi covid 19 memberikan dampak yang besar hampir disemua Lini. Tidak terkecuali dengan Peternak Lele yang mengeluhkan sepinya pembeli dan harga hasil produksi tidak sebanding dengan harga Pakan yang terus meningkat.

 

 

Ditemui di Banjar Pande Kelurahan Dajan Peken Tabanan, Pengelola Ikan Lele, Made Punarbawa menjelaskan, penurunan hasil penjualan terjadi sejak awal Maret. Sebanyak 20 kolam yang dikelolanya mengalami Kerugian mencapi 50 Persen karena situasi Pandemi covid-19, selain itu harga pakan mengalami peningkatan. “Dengan adanya Covid-19, pasarannya lesu dibanding sebelum covid. Dulu lumayan berjalan lancar, namun sekarang tersendat sendat. Hasil jual jauh menurun daripada yang dulu, hampir 50 persen lah menurunnya” Kata Made punarbawa.

Diakuinya, pada situasi normal Made Punarbawa mendapat menjual lele dengan pembeli jumlah besar mencapai 5 sampai 6 Kwintal di tiga daerah yakni Tabanan, Denpasar, dan Gianyar. Saat ini upaya yang dilakukan untuk mengurangi kerugian yakni dengan cara pembibitan sendiri, yang Sebelumnya membeli Bibit dengan harga Rp.150 per ekor dan penebaran serta jumlah pemeliharaannya dikurangi. “Karena Pakan tinggi, kita mengakali mengurangi pemeliharaan dan penebaran. Nanti kalau sudah stabil baru kita pelihara lebih banyak lagi. Saat ini hanya pelihara kurang lebih 40 Ribu ekor saja, kalau dulu banyak sampai 70 Ribu ekor” kata Made Punarbawa.

Diharapkan situasi dapat normal kembali, agar penjualan kembali lancar. Sementara Lele Wina Pradnya yang dikelolanya hanya menyasar ke pasar pasar dan pedagang lalapan. Dengan masa panen selama 3 Bulan dan harga pakan yang meningkat, made tetap menjual Lelenya dengan harga Rp.24.000 per Kilogram. 

“Dijual di pasar saja, kadang kadang pedagang lalapan yang mencari kesini, tetapi lalapannya agak sepi sekarang, lain seperti yang dulu” imbuh Made Punarbawa. (lit)

Related Posts